PersIndonesia.Com,Bangli- Stok (persediaan) Anti Bisa Ular (ABU) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli tercatat masih aman. Dan pihak Rumah Sakit tidak berani menyetok ABU dalam jumlah banyak karena takut expired.
“Saat ini stok ABU masih 11 vial. Karena RSUD Bangli berstatus BLUD jadi untuk pengadaan ABU di internal RSUD disesuaikan dengan kebutuhan dan update stok terus berjalan”, terang Kasubag Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD Bangli Sang Kompiang Arie Wijaya,
Baca Juga : Bupati Sedana Arta Resmikan Gedung Baru Perumda Tirta Danu Arta Bangli
Lebih lanjut kata Sang Arie, berdasarkan data register IGD RSUD Bangli tercatat dari bulan Januari hingga Juli 2025 sebanyak 27 pasien dengan diagnosa gigitan ular (T63) sempat menjalani perawatan di RSUD Bangli. Pasien ada yang digigit ular pada bagian kaki atau tangan.
Dan begitu pasien masuk IGD langsung mendapat penangan medis oleh petugas. Melihat hasil diagnosa pasien mendapat asupan Anti Bisa Ular (ABU).
“Astungkara, setelah mendapat penanganan medis tidak sampai ada pasien meninggal gegara digigit ular,” ungkapnya.
Baca Juga : Yankestrad RSUD Bangli Kemas Konsep Travel Medicin Sebagai Daya Tarik
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melakukan aktivitas terutama saat di ladang. Untuk gigitan ular rata-rata terjadi saat warga melakukan aktivitas di ladang, semisal saat menyabit rumput dan membersihkan semak belukar.
“Untuk itu hindari semak-semak dan usahakan tempat beraktivitas selalu bersih, yang terpenting lagi selalu tetap waspada serta sebaiknya memakai sepatu bot, pakaian lengan panjang, sarung tangan dan celana panjang saat beraktivitas ditempat yang rawan ular”, pungkas Sang Kompyang Arie Wijaya. (*)






