Ustaz Das’ad Latif didampingi Kapolres Gianyar AKBP Umar, S.I.K., M.H.
Gianyar – Malam Sabtu (17/5/2025) menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di Kabupaten Gianyar, Bali. Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Al-Ala untuk mengikuti kegiatan Tabligh Akbar dan Halal Bihalal, sebuah ajang refleksi spiritual sekaligus ajang memperkuat jalinan sosial pasca-Ramadan.
Menghadirkan penceramah nasional Ustaz Das’ad Latif, kegiatan ini mengangkat tema yang inspiratif: “Reboot Hati, Refresh Silaturahmi, Upgrade Iman dalam Bingkai Keberagaman”. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kekhusyukan, menggambarkan antusiasme warga Gianyar terhadap nilai-nilai kebersamaan dalam bingkai keberagaman.
Acara turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, termasuk perwakilan Bupati Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Amarta, M.Si., Kapolres Gianyar AKBP Umar, S.I.K., M.H., Dandim 1616/Gianyar Letkol Cpn I Gede Winarsa, S.H., M.Han., serta tokoh agama dan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan salat Isya berjemaah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dalam tiga bahasa – simbol nyata dari semangat pluralisme yang tumbuh di tengah masyarakat Bali.
Ustaz Agus Hariyanto, Ketua DKM Masjid Agung, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tali ukhuwah dan memperdalam makna spiritual setelah bulan Ramadan. “Kita ingin membuktikan bahwa umat Islam di Gianyar hidup rukun, terbuka, dan mampu menjaga harmoni,” ujarnya.
Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif menyampaikan pentingnya membangun kembali hati yang bersih dari iri dan dengki, serta menghidupkan silaturahmi sebagai bagian dari keimanan. Ia juga mengingatkan pentingnya bertindak nyata dalam menunjukkan keimanan dan menjaga persatuan di tengah keragaman masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Gianyar AKBP Umar menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata praktik toleransi dan kerja sama antar umat. “Kegiatan seperti ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga bagian dari menjaga stabilitas sosial dan keamanan melalui pendekatan spiritual,” kata AKBP Umar.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah di kediaman tokoh masyarakat Haji Muhamad Suyatna, sebagai simbol eratnya hubungan antara pemuka agama, masyarakat, dan unsur pemerintahan.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam acara ini menjadi penanda kuat bahwa Gianyar adalah contoh hidup dari bagaimana keberagaman bisa dirayakan dalam suasana damai dan penuh kekeluargaan.
@k






