Tahun 2025 Warga Kayu Selem Gwasong Se- Bali Rencanakan Gelar Karya Agung

Bangli,PersIndonesia.Com- Krama dan warga Kayu Selem Gwasong.se- Bali bakal menggelar karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung Lan Lebur Sangsa Nawa Gempang di Pura Kayu Selem Gwasong, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli. Hal ini menjadi bahasan pada rapat warga Kayu Selem di Gerya Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.

Rapat yang dilaksanakan pada hari Sabtu (28/12/24) dihadiri oleh Ketua Panitia Pembangunan Jro Wayan Jamin, Wayan Sukarya (red- ketua panitia karya), Ida Sri Mpu Kayu Selem Gwasong, dan warga Kayu Selem se- Kabupaten Bangli dan Klungkung kurang lebih 200 orang serta undangan lainnya. Rapat dipandu oleh Jro Jaman dari Desa Awan, Kintamani.

Pada kesempatannya, Wayan Sukarya mengatakan pada intinya rapat membahas rencana karya dimaksud, terkait tentang makna ritual karya, biaya karya, dan progres pembangunan di Pura Kayu Selem Gwasong Songan Kintamani. “Diharap semangat warga Kayu Selem Gwasong agar dapat melaksanakan karya dengan tulus ikhlas”, ucap Pria yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Karya ini.

Menurutnya, sebelumnya kami sudah laksanakan rapat- rapat di Kabupaten/Kota lainnya, baru saja usai rapat di Kabupaten Badung, semua setuju dan semangat untuk menggelar karya. Sedangkan untuk warga se- Kabupaten Klungkung dan Bangli kami gelar hari ini. Dan sekaligus kami minta jawaban dari warga Kayu Selem Klungkung dan Bangli. “Setelah berulang-ulang meminta jawaban, akhirnya rencana gelar karya disetujui”, kata Sukarya.

Selain upacara Pendudusan Agung juga digelar upacara Lebur Sangsa Nawa Gempang, diakuinya upacara Lebur Sangsa dan Nawa Gempang upacara yang sangat beda. Upacara ini bertujuan untuk penebusan dosa- dosa atas kekeliruan, semisal punya sesangi (janji) yang tidak dilunasi.

Lebih dari itu tujuannya untuk mencapai keselarasan dan keselamatan umat. Juga untuk mengharmoniskan keluarga yang punya masalah. ” Di sini pasti ada keluarga yang selalu ribut, masalah kecil jadi besar, tak henti- hentinya muncul masalah, mengaku ga kalo ada keluarganya ada masalah”, terangnya dijawab iya oleh sebagian peserta.

Ket Foto: Acara rapat warga Pasek Kayu Selem Se- Kabupaten Bangli dan Klungkung. Dok (*)

Adapun jumlah pengempon Pura Kayu Selem Gwasong yakni di Bali yaitu 7.700 KK. Untuk Rencananya tiap-tiap KK bakal dikenai urunan sebesar 300 ribu rupiah. Jumlahnya bakal mencapai kurang lebih Rp 2 miliar. Sedangkan dari prediksi panitia, bahwa biaya total mencapai Rp 5 miliar.

Karena itu diharap semangat krama untuk mapunia.Terutama kepada krama yang sudah mendapat banyak berkah. Dari warga Kayu Selem di Lampung, Sumatera sudah memberi signal untuk mepunia. Punia tidak harus berupa uang saja, tetapi juga boleh berupa wewalungan (binatang korban) semisal kebo dan lainnya. Beraneka wewalungan bakal diperlukan untuk Karya Agung tersebut.

Kalau mapunia berupa barang dan binatang, diharapkan jauh hari menyampaikan kepada panitia, dengan harapan tidak kebanyakan barang pada satu sisi, sementara ada kekurangan sarana upacara lain yang diperlukan. “Semisal sumbangan gula menumpuk, apa kita menjadi dagang gula nanti, kan ga, makanya kalau gula udah banyak sumbangkan yang lain”, ungkapnya

Pada saat itu peserta diberi lembaran dudonan upacara serta upacara yang mesti dilakukan di pura pekarangan dan pura dadia masing- masing seperti memenjor pada setiap pekarangan sembari ngunggahang Daksina Linggih di sangah kemulan dan sanggah dadia dan pada saatnya kelinggihang di Pura Kayu Selem Gwasong. Kepada peserta rapat dihimbau untuk menyebarluaskan isi rapat terutama kepada yang tidak hadir. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *