Persindonesia.com Jembrana – PPKNM Darurat telah berakhir, yang di mulai sejak tanggal 03 sampai tanggal 20 Juli 2021, dan dilanjutkan dengan PPKM Level 4. Penambahan penegasan PPKM tersebut oleh pemerintah pusat, terkait masih adanya lonjakan kasus dibeberapa daerah. Diketahui Kabupaten Jembrana sendiri sudah masuk dalam level 3.
Adapun pedagang yang bisa buka diantaranya, pedagang kaki lima dan pedagang lapak bisa sampai pukul 21.00 Wita akan tetapi dengan prokes yang ketat, tidak diperboleh makan ditempat lebih dari 30 menit. Sementara lampu penerangan jalan akan dihidupkan kembali, akan tetapi tidak maksimal hanya 60 persen tidak gelap gulita seperti sebelumnya.
Dengan ditambahnya PPKM tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba SH berinsiatif untuk melaksanakan razia vaksin di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana. Hingga saat ini, di Kabupaten Jembrana kuota vaksinasi sudah mencapai 85 persen dari target 100 persen lebih.
Bantuan Sosial Untuk Masyarakat Bali
“Kita sampai saat ini kuota vaksinasi sudah mencapai 85 persen, yang kami targetkan sebelumnya sampai 100 persen lebih. Untuk mencapai hal tersebut, kami bersama Forkopimda Kabupaten Jembrana akan melaksanakan razia vaksin di beberapa wilayah yang warganya minim melaksanakan vaksinasi,” terangnya.
Adapun tujuan dari razia vaksin tersebut, Tamba melanjutkan, mengingat di Kabupaten Jembrana sendiri, lonjakan kasus naik sejak 2 bulan ini. “Dari 23 orang yang sudah meninggal akibat Covid-19, hanya 1 orang yang sudah divaksin, itu pun baru dosis 1 dan ingat, kalau mau keluar rumah bawa bukti vaksin,” jelasnya.
Banyaknya masyarakat agar PPKM ini di stop, imbuh Tamba, dikarenakan mereka tidak disiplin dan sudah disediakan vaksin mereka tidak mau. “Kalau masyarakat disiplin mengikuti vaksinasi, saya berani mengusulkan PPKM disetop. Kita sekarang sudah level 3, ayo turunkan lagi grade nya ke level 2. Selain itu Kabupaten Jembrana juga menjadi daerah lintasan nasional itu itu juga menjadi faktor meningkatnya kasus covid,” ungkapnya.
Bupati: Pemusnahan Barang Bukti Menambah Kepercayaan Masyarakat Terhadap Aparat Hukum
Dengan adanya Penerapan PPKM Darurat ini dan dilanjutkannya lagi dengan PPKM Level 4. “Ya karena masyarakat tidak disiplin dan tidak taat prokes secara ketat, kita susah mengajari masyarakat untuk disiplin dan sadar untuk di vaksin, memang seperti itu karakternya,” ujarnya.
Lebih jauh Tamba menuturkan, seperti halnya di Provinsi Sumatra Selatan yang viral di media sosial, Gubernurnya mengatakan, masyarakatnya sangat antusias menunggu vaksin. “Akan tetapi disana vaksin tidak ada, tapi kalau kita vaksin banyak akan tetapi, masyarakatnya tidak mau divaksin ini kan lucu sekali,” kesalnya.
Dirinya menilai, kedepan, kalau masyarakat tidak mau disiplin dan taat prokes secara ketat, pasien akan menjadi membeludak, rumah sakit penuh, oksigen habis, pelayanan juga kurang dan resiko kematian tinggi, itu yang menjadi momok ketakutan kita selama ini.
Mau Stop PPKM, Bupati Tamba Tegaskan Masyarakat Ikuti Vaksin dan Prokes Ketat
“Terkait bantuan sembako, sesuai dengan arahan menteri kesehatan, kita sudah minta dengan hormat kepada teman bulog ,yang menjadi pemenang distributor (trasnforter). Disana akan ada sebanyak 30.000 yang akan mendapat bantuan. Sebelum mereka menyalurkan bantuan nanti kita akan bertemu dengan mereka dulu agar bantuan tepat sasaran,” tutupnya. (Sb)






