Persindonesia.com Denpasar – Mengusung tagline pariwisata budaya, Bali menyuguhkan ragam seni, budaya dan kearifan lokal, sehingga menarik minat wisatawan untuk berlibur ke Pulau Surga ini.
Salah satunya adalah pementasan seni tari yang kini menjadi tontonan wajib bagi wisatawan sembari menikmati alamnya nan indah.
Setidaknya terdapat dua tarian yang wajib ditonton. Yakni Tari Barong pada pagi hari, dan Tari Kecak pada sore hari.
Tari Barong atau kerap disebut Barong Dance merupakan tarian sakral yang menggambarkan kebaikan dan keburukan. Barong melambangkan kebaikan, sedangkan rangda menggambarkan kejahatan.
Sekda Surya Suamba Lepas Kontingen Atlet KORPRI Badung
Tarian penuh makna ini, juga diiringi para penari lainnya, seperti kera. Di mana dalam tarian ini terjadi pertempuran, yang hasilnya kebaikan selalu menang melawan keburukan. Tarian ini diantaranya dipentaskan di wilayah Denpasar dan Gianyar.
Sementara itu, untuk tari kecak pada sore hari adalah tarian tanpa gambelan. Di mana gambelan diganti dengan suara ‘cak-cak-cak’ secara bersahut-sahutan oleh penari laki-laki. Tarian ini mempersembahkan kisah Rama, Shinta, Rahwana, dan Hanoman.
Tarian ini juga merupakan gabungan antara Ramayana dengan Sanghyang. Lokasi pementasannya yakni di Batubulan, Uluwatu, GWK, dan beberapa lokasi lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya mengatakan, kunjungan wisatawan ke Bali terus meningkat.
Kunjungan Wisman ke Penglipuran Naik di Tengah Konflik Negara Kamboja dan Thailand
Pada high season ini, diprediksi mengalami peningkatan hingga 10-20 persen. Sementara itu, tingkat hunian hotel saat ini sudah mencapai 57 persen.
Menurutnya, kunjungan wisatawan tertinggi masih didominasi dari Australia. Di posisi kedua India, dan ketiga adalah turis asal Negeri Tirai Bambu China.
“Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali hingga Bulan Mei 2025 mencapai 2,6 juta jiwa. Sedangkan domestik, hingga Juni 2025 mencapai 3,1 juta jiwa,” katanya. (*)






