PERSINDONESIA.COM – Seorang pengendara sepeda motor bernama Edi Purnomo (31) asal Bekatul, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur terperosok ke jurang sedalam 12 meter di Jalan Kubu Salya – Kutuh, Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Akibat kecelakaan tersebut, lelaki yang bekerja sebagai karyawan Swasta mengalami patah lengan kanan dan sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Buleleng sebelum akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga : Perkuat Nasionalisme, AKBP Anggun Pimpin Pengibaran Bendera di Puncak Batur dan Bakti Sosial
Kasat Lantas Polres Bangli, AKP I Nyoman Widantara, S.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tersebut. “Lakalantas tersebut terjadi hari Senin (10/8) pukul 23.30 Wita dan baru dilaporkan hari Rabu (12/8) pukul 16.00 Wita,” terangnya, Kamis (13/8).
Lanjut kata Kasat Lantas, kronologis lakalantas tersebut berawal awal dari Sepeda Motor Honda Vario Warna Hitam dengan Nomer Polis (NoPol) S 2450 NBI yang dikendarai Edi Purnomo bergerak dari arah selatan menuju ke utara dan setelah tiba di Jalan Kubu Salya-Kutuh (TKP) yang merupakan jalan menurun dan menikung pengendara tidak dapat mengendalikan kendaraan (Out off Control).
“Akibat tak bisa dikendalikan, sehingga menyebabkan kendaraan yang dinaiki korban meluncur melewati badan jalan sebelah Barat sebelum akhirnya terjatu ke jurang sedalam 12 meter,” bebernya.
Kata AKP Widiantara, dalam peristiwa lakalantas tunggal tersebut, korban dalam kondisi tidak sadar dan mengalami patah lengan kanan. Setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Buleleng.
“Dan setelah mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialaminya, korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Buleleng,” terang Kasat Lantas Polres Bangli.
Baca Juga : Wujudkan Generasi Emas, Bunda PAUD Bangli Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Dari hasil olah TKP, Jalan merupakan lintas kabupaten dengan kondisi menikung, permukaan aspal, pandangan tidak terhalang, permukaan jalan kering dan arus lalu lintas sepi, di malam hari. “Kuat dugaan Kecelakaan tunggal yang merengut nyawa ini, akibat korban tidak bisa mengendalikan laju kendaaraan,” imbuhnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat penguna jalan untuk tetap berhati-hati dan memastikan kondisi medan yang akan ditempuh benar-benar diketahui pasti situasinya. “Tindakan ceroboh dan kurang kewaspadaan sekejap saja merupakan awal musibah dimana saja kita berada,” pungkasnya.(*)






