Wujudkan Generasi Emas, Bunda PAUD Bangli Perkuat Sinergi Lintas Sektor

PERSINDONESIA.COM – Bunda PAUD Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) dengan narasumber dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati Bangli, Kamis (13/8/2026).

Sambutan Kadis Dikpora Provinsi Bali yang dibacakan Pengawas Ahli Madya, Sang Kompyang Arda, menyampaikan bahwa usia dini merupakan masa emas atau golden age yang sangat menentukan perjalanan kehidupan seorang anak. Pada fase tersebut, pembangunan anak tidak dapat hanya dilihat dari kemampuan akademik. Oleh karena itu, pendidikan harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan serta kesejahteraan anak.

Baca Juga : Semarakan HUT RI ke-81, 27 Regu SMKN 4 Bangli Unjuk Kemampuan di Gerak Jalan Kreasi

“Pengembangan potensi anak tidak bisa hanya bertumpu pada aspek pendidikan belaka. Anak-anak tidak hanya butuh pintar membaca atau berhitung, tetapi juga memerlukan gizi yang baik agar bebas dari stunting, perlindungan dari kekerasan, pengasuhan penuh kasih sayang, dan jaminan kesehatan. Itulah inti dari PAUD Holistik Integratif,” ungkapnya.

Konsep PAUD-HI, lanjutnya, menempatkan anak sebagai pusat pembangunan yang membutuhkan layanan terpadu dari berbagai sektor. Dan keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan seluruh pihak untuk bekerja bersama, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat hingga berbagai mitra terkait.

“Kebijakan tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, khususnya dalam membangun sumber daya manusia Bali yang unggul, berkualitas dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar adat dan budaya Bali,” ujar Sang Kompyang Arda.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menegaskan bahwa layanan anak usia dini tidak boleh berjalan secara parsial. Pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan dan pengasuhan harus hadir sebagai satu kesatuan. Anak usia dini adalah masa emas yang tidak akan terulang kembali. “Melalui konsep Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI), kita diajak memberikan layanan yang menyeluruh, mencakup pendidikan, gizi, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak,” tegasnya.

Kata Sariasih, keberadaan Bunda PAUD di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan memiliki posisi yang sangat penting. Mereka bukan sekadar pendamping kegiatan PAUD, tetapi juga memiliki peran sebagai penggerak kolaborasi berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan anak dan keluarga.

Pihaknya juga mengajak seluruh Bunda PAUD untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dengan mengintegrasikan berbagai layanan yang telah tersedia di masyarakat, seperti Satuan PAUD, Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), hingga program pencegahan stunting di tingkat desa. “Ibu-ibu sekalian adalah jembatan yang menghubungkan kebijakan dengan aksi nyata,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya pemanfaatan potensi desa, termasuk dukungan Dana Desa, juga dinilai penting untuk memastikan program yang menyangkut tumbuh kembang anak dapat berjalan secara berkelanjutan. Sosialisasi PAUD-HI di Kabupaten Bangli diharapkan tidak berhenti sebagai agenda penyampaian kebijakan, tetapi mampu diterjemahkan menjadi gerakan bersama di tingkat lapangan.

Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar setiap anak memperoleh hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat, aman, nyaman dan penuh kasih sayang. Pemerintah Bangli melalui penguatan PAUD-HI terus mendorong terbangunnya ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh. Dengan layanan yang terintegrasi, persoalan pendidikan anak, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan dapat ditangani secara lebih terpadu.

“Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi Bangli. Sebab, generasi emas tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan dipersiapkan melalui perhatian, pengasuhan dan kebijakan yang tepat sejak usia dini,” tegas Sariasih Sedana Arta.

Baca Juga : Perkuat Mutu PAUD, Bunda PAUD Badung Lakukan Studi Banding ke Jakarta Selatan

Dengan semangat kolaborasi tersebut, Bangli diharapkan semakin mampu mewujudkan lingkungan yang ramah anak, sehingga setiap anak dapat tumbuh sehat, cerdas, ceria, berkarakter dan berakhlak mulia, sekaligus menjadi generasi penerus yang tangguh dan berkualitas bagi masa depan Bangli, Bali dan Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Bali, Ketua Forum PUSPA Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar, Ketua DWP Kabupaten Bangli Ny. Pusparini Riana Putra, para pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, Bunda PAUD Kecamatan serta Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bangli, para pendidik, tenaga kependidikan dan mitra PAUD.(*)