Hal tersebut dikatakam menyusul penangkapan upaya penyelundupan pada Jumat (7/1) oleh Tim F1QR (First Fleet Quick Respon) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan yang berhasil menggagalkan upaya dugaan penyelundupan manusia menuju Malaysia untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) .
rencana upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal dengan kapal kayu tanpa identitas (nama) dan dokumen yang bertonage diperkirakan 5 GT diawaki 1 orang sebagai Nahkoda memuat 52 orang laki-laki (34) perempuan (18) satu diantaranya balita yang dilakukan oleh Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan yang dilakukan pada Jumat (7/1)
Patroli rutin dengan menggunakan Sea Rider di sekitaran Kualuh Bagan dan Tanjung siapi-api Muara Sungai Asahan yang dilakukan F1QR Lanal TBA pada koordinat 3 3′ 711”U – 99 52′ 408 “ T berhasil menemukan kapal kapal dan setelah melakukan pemeriksaan kapal tersebut tanpa nama yang diperkirakan GT 5 kapal tanpa dilengkapi dokumen sah dengan memuat 52 Orang.
Dari pemeriksaan, kapal akan menuju ke Malaysia dengan penumpang yang mendapatkan pekerjaan di negeri tetangga tanpa melalui prosedur yang sah serta dengan mengetahui keselamatan harus menyebrangi selat di tengah-tengah yang relatif tidak bersahabat pada saat itu.
“Keberhasilan penangkapan ini tidak terlepas dari informasi masyarakat dan kerjasama antar instansi terkait di wilayah tanjung balai dan asahan” dikatakan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) TBA Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory.
Sementara itu, Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah mengatakan bahwa komitmen TNI AL sudah sangat jelas dan tegas, tidak ada kompromi dengan segala bentuk upaya yang mengancam termasuk tindak pidana dan pelanggaran di Laut.
Namun demikian, tidak ada
dugaan keterlibatan prajurit TNI AL dalam upaya ilegal ini. pemeriksaan lanjutan dugaan personel TNI Angkatan Laut terlibat, maka kami akan melakukan tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku”.
“Dengan digagalkannya upaya penyelundupan PMI Ilegal di Tanjung Balai Asahan merupakan salah satu bentuk kehadiran TNI Angkatan Laut melakukan Patroli guna mencegah segala bentuk pelanggaran sesuai dengan komitmen yang dikatakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono” pungkasnya.
Saat ini, Nakhoda beserta feri telah diserahkan ke Polres Asahan untuk dilakukan proses lanjut.






