UN Dihapus, Diganti Ujian Sekolah Menggunakan Aplikasi CBT

Persindonesia.com Jembrana – Berakhirnya Sistem Ujian Nasional, kini SMA/SMK/MA di Jembrana menggunakan system Ujian Sekolah, dimana setiap satuan Pendidikan masing-masing yang menentukan kelulusan siswa. Selain itu sebagian besar sekolah negeri di Jembrana kali ini menerapkan tes berbasis komputer atau computer based test (CBT), siswa mengikuti ujian dengan menggunakan hanphone.

Saat dikonfirmasi di kantornya, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/MA Kabupaten Jembrana yang juga Kepala Sekolah SMAN I Negara I Putu Prapta Arya, mengatakan, ujian kali ini pihaknya menerapkan ujian sekolah, dimana setahun yang lalu UN sudah ditiadakan. Ia juga mengatakan ujian sekolah sudah dimual dari kemarin pada hari Senin (27/3/2023).

“System kali ini sama seperti UN, sekarang kita menggunakan aplikasi computer based test (CBT) dan tidak berbasis pencil dan kertas lagi. Untuk negeri kita pakai aplikasi CBT, kalau untuk sekolah swasta sampai saat ini masih manual dengan berbasis pencil dan kertas,” terangnya.

Gubernur Koster Mohon RUU Provinsi Bali Segera Dapat Disahkan untuk Kemajuan Bali 

Lebih jauh Prapta mengatakan, UN sudah tahun lalu ditiadakan dan sekarang diganti dengan ujian sekolah yang masing-masing satuan pendidikan menentukan kelulusan siswa. “Untuk di sekolah kami, ujian sekolah kali ini diikuti siswa kelas III sebanyak 346 orang setiap kelas diisi 20 orang,” ujarnya. Selasa (28/3/2023).

Prapta mengaku, untuk ujian kali ini semua siswa menggunakan hanphone untuk mengerjakan soal. Pihaknya sudah menyiapkan kurang lebih 300 buah tablet Untuk siswa yang tidak mempunyai hanphone atau mempunyai hanphone akan tetapi hanphonenya tidak memadai.

“Ujian sekolah kali ini diikuti oleh 16 SMA/MA negeri dan swasta. Ada satu SMA Negeri, SMAN 3 Negara yang tidak melaksanakan Ujian Sekolah karena belum punya siswa kelas XII. Di sana baru ada siswa kelas X dan kelas XI,” ungkapnya.

Wagub Cok Ace Terima Kunjungan Walikota Dujiangyan City, Chengdu – Tiongkok

Untuk soal ujian tiap mata pelajaran, lanjut Prapta, pelajaran dibuat oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di sekolah masing-masing dan sebagian sebasar SMA/MA di Jembrana menerapkan tes berbasis komputer atau computer based test (CBT).

“Tes berbasis komputer ini, dapat mencegah siswa berbuat curang seperti mencontek. Ketika ada siswa yang berusaha keluar dari layar aplikasi tes itu akan otomatis log out (keluar) dan tidak bisa kembali masuk secara mandiri, kalau ada WA masuk juga otomatis akan log out. Jangankan keluar layer. Makanya sebelum ujian kami minta anak-anak menonaktifkan semua notifikasinya,” pungkasnya. Vlo

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *