
Persindonesia.com Jembrana Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943, dengan rentetan upacara Melasti pada hari Kamis (11/03) dinodai oleh oknum orang yang tidak bertanggung jawab di media sosial (fb) terduga diketahui berasal dari Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Jumat 12/03.
Akun bernama Abdilah Pulukan Bali memposting status yang menyebabkan viral di medsos yang menyebutkan “hanya orang bodoh yang ikut serta merayakan nyepi, saya sebagai orang taat ibadah di agama islam menentang keras adanya umat hindu yang ada di bali, sadar dan berhenti menyembah batu dan patung.”
Bupati Tamba Dikawal Penuh Kapolres Beserta Dandim 1617 Jembrana
Atas status tersebut menyebabkan ketersinggungan dari beberapa pengguna media sosial dan itu pun telah di share di berbagai group media sosial. Akibat viralnya unggahan tersebut pemilik akun bernama Abdilah Pulukan Bali langsung dihapus olehnya.
Salah satu warga bernama MT yang mengatakan, hal ini merusak toleransi antar umat beragama di Bali. Justru ini memicu perpecahan dan menyulut hal-hal negatif, katanya via telpon pada awak media.
Truk Senggol Tunanetra Hingga Tewas
“Bukti percakapan MA dengan rekannya di Desa Pulukan, bahwa kelakuan AB yang dianggap suka membuat provokasi ini menjadi geram tokoh agama, bahkan sebuah pelecehan nilai norma agama,” ungkapnya.
Sementara seijin Kapolres Jembrana Kapolsek Pekutatan Kompol I Nyoman Susila SH, mengatakan, memang betul bahasa akun media sosial milik Abdilah Pulukan Bali mengadu domba, tadi anaknya sudah ke Polres Jembrana untuk melaporkan akun ayahnya yang sedang di hacker.
Poliklinik RSU dan Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Sementara
Menurut keterangan yang bersangkutan bernama pak Majid bahwa akun dia di hacker. Untuk membuktikan akunnya di hacker Siber Crime Polres Jembrana sedang menuju ke sini (Polsek Pekutatan).
Nanti pihak Polres akan membawa terduga pelaku penulis mengandung unsur pengadu domba tersebut ke Polres Jembrana untuk membuktikan apakah benar akun tersebut di hacker orang.
Itu ada tim khusus untuk menangani apa benar korban atau pelaku, nanti tim juga akan kordinasi dengan Polda Bali.
Kapolsek berpesan agar masyarakat tidak emosi dan terpancing sehingga suasana Hari Raya Nyepi tidak terganggu. (TIM)






