Kegiatan Akad Massal 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan di Gedung Auditorium Widya Sabha
Badung Persindonesia.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Bali di tengah transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Bali.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Akad Massal 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan di Gedung Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri UMKM Helfi Nurhasan, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pembiayaan usaha dan ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Giri Prasta mengatakan penguatan UMKM menjadi strategi penting untuk menciptakan ekonomi Bali yang lebih mandiri dan berbasis potensi lokal. Menurutnya, UMKM tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya dan kreativitas masyarakat Bali. “Transformasi Ekonomi Kerthi Bali menempatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar pelaku UMKM mampu berkembang, berdaya saing, dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan UMKM harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pembiayaan.
Menurut Giri Prasta, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I tahun 2026 yang mencapai 5,58 persen menjadi sinyal positif bahwa sektor riil dan kewirausahaan memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Ke depan, UMKM Bali harus mampu naik kelas dan menembus pasar global tanpa meninggalkan jati diri budaya Bali,” katanya.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut pemerintah pusat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif nasional. Ia mengatakan akses pembiayaan, perlindungan HAKI, serta peningkatan kapasitas usaha menjadi fokus utama penguatan sektor tersebut.
Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan kepada pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan dan digitalisasi layanan usaha.
Di sisi lain, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai kegiatan akad massal tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem UMKM di Bali agar semakin kompetitif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti ribuan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif dari berbagai wilayah di Bali, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan. @Krg*






