Persindonesia.Com, Klungkung – Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Kepala Dinas Komunikaai dan Informasi I Wayan Sudiarsa meluncurkan program inovasi KIWA TENGEN. Peluncuran dirangkaikan dengan acara Capacity Building Tim Tanggap Insiden Siber yang dilaksanakan secara virtual dari ruang video conference Bupati Klungkung, Jumat (24/10/2025).
“Beberapa waktu terakhir, kita telah menyaksikan berbagai insiden seperti serangan ransomware, kebocoran data, hingga penyusupan situs pemerintah oleh script judi online. Hal ini tentunya menjadi peringatan bagi kita semua bahwa keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan menjadi sebuah kebutuhan utama.” Ujar Bupati Klungkung, I Made Satria.
Baca Juga : Genjot Penanggulangan Kemiskinan, Wabup Klungkung Minta Peningkatan Validitas Data
Lanjut kata Bupati Satria, bagi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Kabupaten Klungkung termasuk para agen keamanan siber yang berada di masing-masing OPD, supaya terus mengisi diri, meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat kompetensi, serta cepat tanggap dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai potensi ancaman siber.
“Melalui inovasi ini diharapkan terwujud ketahanan siber Kabupaten Klungkung yang tangguh, berdaya saing, dan adaptif dalam menghadapi ancaman di masa depan”, ungkap Bupati asal Desa Ped Nusa Penida ini.
Sementara itu Kadis Kominfo script judi online., I Wayan Sudiarsa menyampaikan inovasi KIWA TENGEN (Kiat Waspada Tantangan Serangan Siber Klungkung) merupakan program terpadu yang mendukung kinerja TTIS/CSIRT melalui enam pilar utama, yaitu Konsultasi, Integrasi data insiden, Waspada serangan, Anggaran, Teknis perundangan, dan Edukasi Network.
Tujuan dari program ini adalah untuk mewujudkan keamanan Siber Kabupaten Klungkung yang tangguh, berdaya saing, dan adaptif menghadapi ancaman di masa depan.
“Kiwa Tengen tidak hanya berfokus pada penanganan insiden, tetapi juga mengedepankan edukasi, literasi digital, kolaborasi multi- stakeholder, serta pengembangan regulasi daerah yang kuat”, bebernya.
Baca Juga : Peroleh Skor SPI di Angka 74,47%, Kabupaten Klungkung Darurat Korupsi
Kata Sudiarsa, dalam peningkatan keamanan siber, diperlukan terobosan yang meliputi tiga ranah yakni, hardware, software, dan brainware. Untuk hardware Diskominfo telah menyiapkan perangkat keras pendukung seperti tambahan Harddisk dan Nash Server.
Dari sisi software, telah dibangun website CSIRT Klungkung yang dilengkapi Aplikasi Wazuh untuk memonitor dan melindungi system dari serangan siber serta super aplikasi Mahottama yang akan mewadahi seluruh aplikasi milik Pemkab Klungkung.
“Sedangkan untuk Brainware telah dirancang kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM dalam penanganan serangan siber”, terang Kadis Kominfo Kabupaten Klungkung.(*)






