Wayan Koster, Bapak Arak Bali Yang Menghidupkan Tradisi dan Ekonomi Lokal

Upayanya untuk melestarikan dan memajukan arak Bali dituangkan dalam Pergub Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali.

Berkat kebijakan ini, ribuan petani arak kini mampu menghidupi ekonomi keluarga mereka. Jumlah brand arak pun terus berkembang dengan sekitar 60 jenis produk yang kini dipasarkan, diikuti oleh meningkatnya jumlah produsen dan artisan arak di Bali. Komitmen Koster untuk menjadikan arak Bali “for the world” perlahan mulai terwujud.

Gubernur asal Sembiran ini juga berencana untuk memperbaiki sistem promosi dan mendesain kemasan arak Bali agar lebih menarik di mata dunia. Kini, arak Bali telah diakui sebagai salah satu minuman spirit terkemuka dunia, setara dengan minuman terkenal lainnya.

Menurut banyak pihak, Koster layak disematkan gelar Bapak Arak Bali karena tradisi budaya Bali ini tetap lestari di bawah kepemimpinannya.

Dampak positifnya pun terasa langsung oleh masyarakat lokal Bali, yang kini merasakan manfaat ekonomi dari produk arak yang semakin dikenal.

“Terima kasih Pak Gub (Wayan Koster) sudah menjadi Bapak Arak Bali di Indonesia, terima kasih Pak,” ucap artisan arak Bali, Nathan Santoso, dalam acara Bali Signature Drink Edition di Level 21 Mall Denpasar pada Jumat, (31/1/ 2025).

Nathan menjelaskan bahwa keberadaan artisan arak Bali seperti dirinya tidak akan mungkin terwujud tanpa adanya Pergub Nomor 1 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Gubernur Koster.

“Apapun yang diperjuangkan oleh teman-teman artisan di Bali bukan hanya untuk menghasilkan arak Bali yang enak, tetapi juga untuk mengangkat kisah kejayaan nusantara,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ida Bagus Rai Budarsa, Pendiri & CEO Hatten Wines. Menurutnya, produk arak Bali, seperti arak Dewi Sri yang diproduksi oleh Hatten Wines, telah dijalankan jauh sebelum perusahaan tersebut memproduksi wine di Bali.

Ia berharap agar Pemerintah Bali terus mengontrol pertumbuhan produsen arak Bali demi menjaga kualitas produk yang dipasarkan.

“Ke depan, kita perlu mengontrol kualitas arak Bali bersama-sama, memberikan kesempatan bagi produsen baru, tetapi tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan,” ujar Ida Bagus Rai Budarsa.

Kepemimpinan Wayan Koster dalam melestarikan budaya dan tradisi Bali ini menunjukkan bagaimana menjaga peradaban yang kuat akan mendukung kemajuan sosial dan ekonomi. Bali, dengan segala kekayaan budaya, seni, dan kearifan lokalnya, menjadi jendela kejayaan Nusantara yang harus terus dijaga dan dilestarikan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *