Badung persindonesia.com – Tokoh pariwisata Bali, Wayan Puspa Negara, SP.,M.Si, angkat bicara terkait pembongkaran 48 bangunan usaha ilegal di kawasan Pantai Bingin, Pecatu, yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk nyata dari penegakan hukum yang tegas dan konsisten, serta mencerminkan hadirnya wibawa negara dalam pengelolaan kawasan pariwisata.
“Saya menilai pemerintah sungguh-sungguh dan konsekuen dalam penegakan aturan. Ini positif karena menunjukkan ketegasan, komitmen, dan kepastian hukum yang memberi resonansi ke kawasan lain yang mengalami pelanggaran serupa,” tegas Wayan Puspa Negara, yang dikenal sebagai pengamat sekaligus pelaku pariwisata.
Namun, Puspa Negara juga mengingatkan bahwa di balik langkah hukum tersebut, terdapat konsekuensi sosial yang tidak bisa diabaikan. Ia meminta pemerintah agar tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga hadir secara humanis terhadap masyarakat dan pekerja yang kehilangan mata pencaharian akibat pembongkaran tersebut.
“Ekses dari pembongkaran ini harus diantisipasi secara cermat. Pemerintah harus segera mendata seluruh warga dan karyawan terdampak, lalu memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pekerjaan baru,” ujarnya.
Menurutnya, pengembalian fungsi lahan harus dibarengi dengan strategi komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan misinformasi, terutama di media sosial. Ia khawatir, jika narasi yang berkembang di ruang publik tidak dikendalikan dengan tepat, maka dapat menurunkan citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.
“Pemerintah harus punya strategi kehumasan yang kuat. Harus ada penjelasan resmi yang disampaikan ke media secara luas, agar masyarakat dan wisatawan paham bahwa ini adalah langkah penataan, bukan pembatasan pariwisata,” jelasnya.
Lebih lanjut, Puspa Negara mengingatkan bahwa dalam sektor pariwisata, persepsi adalah segalanya. Ia mendorong pemerintah untuk segera membentuk tim komunikasi publik yang mampu menjelaskan tujuan dan dampak jangka panjang dari kebijakan ini, serta menenangkan kekhawatiran pelaku industri dan wisatawan.
“Pariwisata sangat sensitif terhadap citra. Bila tidak dijaga dengan narasi yang tepat, bisa dimanfaatkan oleh destinasi pesaing Bali. Ini yang harus diantisipasi secara profesional,” tutup Puspa Negara : Tokoh pariwisata Bali yang juga anggota DPRD Badung Fraksi Gerindra.
@red






