Kerajinan Tangan Khas Suku Dayak Meratus, Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

Persindonesia.com Kalsel,  Penduduk Pedalaman  yang mendiami kawasan  pegunungan  Meratus, adalah Dayak, suku asli Kalimantan Selatan, mempunyai kerajinan tangan yang khas yaitu Bakul, atau dalam bahasa  Dayak disebut, Paruan. begitu Penduduk Meratus menyebut nya.

Wartawan media persindonesia.com mencoba menggali informasi terkait cara pembuatan Bakul tersebut. Bakul, atau Paruan ini terbuat dari anyaman berbahan  bambu, proses pembuatan nya boleh di katakan rumit dan tidak semudah yang kita bayangkan, ujar Munalisa Putri saat berbincang dirumahnya. Senin (1/8/2022).

Mumun, sapaan akrab warga Tamburasak, Desa Haruyan Dayak ini menjelaskan cara pembuatan dan bahan apa saja yang di gunakan untuk membuat Bakul tersebut. Prosesnya  perlu ketelatenan kesabaran yang cukup tinggi dan ektra hati hati saat pembuatan bakul ini,1 (satu) buah bakul, bisa memakan waktu  satu atau Dua Minggu baru selesai ujarnya sambil memperlihatkan Bakul yang sudah jadi.

“Bakul ini  bahan utama Dari Bambu,ujarnya. Bahan untuk membuat Bakul  sekarang  sulit di dapatkan daerah Tamburasak, Desa Haruyan Dayak, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, HST. untuk bambu sendiri tidak boleh terlalu tua dan tidak boleh terlalu muda,karena bisa mempengaruhi kualitas Bakul tersebut,” tuturnya.

Menurut Mumun, Harga satu Bakul bervariasi tergantung tingkat kesulitan dan kerumitan proses pembuatan nya, Mumun, tidak menyebutkan berapa nominalnya, karna harga bervariasi tergantung Motifnya.

Ditanya, apa harapannya terhadap pemerintah terkait kerajinan yang di buat oleh warga desa nya?. “Untuk kedepan nya yang di harapkan masyarakat sini agar pemerintah  memperhatikan para perajin supaya kerajinan khas Dayak Meratus ini bisa  bernilai ekonomis dan  tidak hilang kerena ketinggalan dan tidak ada peminatnya,” ucapnya.

Karena kerajinan ini, imbuhnya, bisa menjadi daya tarik tersendiri, untuk peminat dari luar daerah lanjutnya. “Saya berharap pemerintah atau dinas terkait bisa memperhatikan, setidaknya bisa di ikut sertakan dalam acar seperti Pameran ditingkat kabupaten dan Provinsi,” harapnya.    (Faris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *