Persindonesia.com Jembrana – Diakhir Jembrana Rangkaian peringatan Hut Kota Negara ke 127 ditutup dengan pelaksanaan pawai budaya kali ini setelah pandemi Covid-19 mereda diadakan di perempatan simpang Wibisana tepatnya didepan Peken Ijogading yang sebelumnya diadakan di Jalan Jenderal Sudirman depan Kantor Bupati Jembrana. Kamis (18/8/2022).
Pembukaan pawai budaya tersebut dibuka langsung Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba setelah melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama Candi Pemedalan Agung Pura Jagatnatha, pemubukaan pawai diwarnai dengan pemukulan kendang mebarung sebagai simbolis dimulainya pawai budaya.
Ungkap Penyebab Kerusuhan di Silo, Polres Jember Berhasil Amankan 14 Terduga Pelaku
Setelah vakum selama hampir 2 tahun dikarenakan pandemi Covid-19 pawai budaya kali ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Jembrana. Terlihat masyarakat berbondong-bondong memenuhi Jalan Kota Negara sehingga masyarakat sampai berdesak-desakan menonton kesenian masal tersebut
Sekapur sirih dari Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, pawai budaya tahun ini mengambil tema “Jagat Kerthi” yang memiliki makna memuliakan alam bagi sumber kehidupan dan kebahagiaan. Pawai budaya tahun ini menurutnya didukung kurang lebih 2000 seniman. Bupati Tamba turut mengapresiasi peran BUMN dan perusahaan di Jembrana, dengan terlibat langsung dalam pelaksanaan pawai menampilkan seni dan budaya Jembrana sesuai tema.
Kembali Ratusan Kg Kulit Sapi Kering Diamankan Polisi Setelah Turun Dari Kapal di Gilimanuk
“Dalam pawai budaya kali ini, kami tampilkan seni budaya lokal Jembrana. Kita bisa melihat sendiri keragaman seni budaya Jembrana serta potensi dan kekayaan alam yang kita miliki. Serta tak lupa ucapan terimakasih atas dukungan BUMN serta pengusaha Jembrana yang berpartisipasi mendukung pelaksanaan pawai,” ujar Tamba.
Sementara Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi tema perayaan hut kota negara ke 127. Tema Jagat kerthi kata Koster memiliki spirit bagaimana menyucikan dan merawat agar alam senantiasa memberikan berkah dan kesejahteraan bagi semua umat khususnya di Bali serta masyarakat kabupaten Jembrana.
Kapolda Bali Ikuti Upacara Peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI
Gubernur Bali asal Desa Sembiran Buleleng ini mendukung pelaksanaan pawai budaya Jembrana sebagai upaya memperkuat adat istiadat, seni budaya serta kearifan lokal bali. Nilai nilai itu jelasnya telah membawa nama harum Bali kepelosok dunia sekaligus memberi manfaat ekonomi sehingga masyarakat Bali bisa terus survive dan terus meningkatkan kualitas hidup.
“Kita tidak punya pilihan lain selain memperkuat adat budaya serta menjaga warisan leluhur. Ini yang membedakan kita dengan daerah lain. Kita tidak punya tambang, emas hanya punya budaya satu satunya didunia. Karena itu kita harus bangga sebagai orang bali,” kata Koster.
Astaga! Obok-obok Kantor Bupati, KPK Angkut 71 Berkas dari BKD Pemalang
Ia memaparkan saat ini sedang merancang berbagai program fundamental guna mendukung visi nangun sat kerthi lokal Bali menuju Bali era baru. Ia turut menyebut Jembrana kedepan sebagai kabupaten maju dengan lompatan besar. Hal itu seiring dengan dimulainya pembangunan jalan tol yang akan ground breaking. “Kita sedang kebut persiapan dengan kerja keras dengan sebaik baiknya agar segala tahapan bisa selesai tepat waktu,” tandas Gubernur Koster .
Selain menampilkan kesenian asli Jembrana, Pawai tahun ini turut dimeriahkan penampilan duta seni Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Kota Kediri Jawa Timur. Barisan terdepan pawai diawali dengan barisan paskibraka, drumband MAN 1 Negara. Selanjutnya disusul barisan pengusung lambang daerah, payas agung barisan uparengga serta barisan panca pandawa dan barisan bleganjur kreasi dari adi mredangga.
Perkelahian Berdarah Warnai Kecerian Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke 77
Yang menarik dari pelaksanaan pawai tahun ini adalah keterlibatan BUMN dan perusahaan lokal beroperasi di Jembrana sebagai pengisi pawai budaya. Mereka diberikan kesempatan dalam barisan pawai menampilkan seni budaya maupun potensi asli Jembrana sesuai urutan tema yang ditentukan. Mulai dari atma kertih untuk menegakkan kesucian jiwa, jana kertih menegakkan kesucian dan keseimbangan jiwa, Wana kertih menjaga kesucian hutan dan pegunungan.
Selain itu, danu kertih menjaga kesucian dan kelestarian sumber daya air. Serta segara kertih menjaga kesucian dan kelestarian samudra lautan. Pada penampilan ini diberikan kesempatan perusahan yang beroperasi di sektor kelautan Jembrana. Urutan terakhir adalah untuk barisan pawai yang mengusung Jagat Kertih untuk menjaga kesucian dan keharmonisan hubungan semua makluk. Barisan terakhir ditampilkan duta seni dari seni petopengan kecamatan Pekutatan, barisan oenunggang kuda serta drumb band dari SMK TP 45.
Puluhan WBP Rutan Negara Dapat Remisi dan 2 Orang Dinyatakan Langsung Bebas
Menutup iring iringan pawai, Bupati Tamba bersama Wabup Patrian Krisna serta Sekda I Made Budiasa menaiki kuda sepanjang jalur pawai. Bupati Tamba dan Wabup Ipat menyapa warga yang antusias menonton parade. Meski sempat diguyur hujan, tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk tetap menonton. Sur






