Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Perhubungan (PUPRHUB) memastikan seluruh tahapan pengerjaan proyek penataan pedestrian dan tata kota berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk dalam pemenuhan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Proyek penataan pedestrian dan tata kota tersebut bertujuan mempercantik estetika kawasan perkotaan agar terlihat lebih rapi, indah, dan tertata. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya para pejalan kaki.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRHUB Jembrana, I Nyoman Wiartha, saat dihubungi Selasa (7/7), mengatakan penerapan K3 merupakan syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh rekanan atau kontraktor pelaksana sejak penandatanganan kontrak kerja.
DPRD Badung Mulai Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
“Sejak awal kontrak disepakati, penerapan K3 merupakan syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh pihak kontraktor pelaksana. Kami melakukan pengawasan berkala secara ketat, dan seluruh pekerja telah diinstruksikan serta difasilitasi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar,” ujarnya.
Menurut Wiartha, penerapan K3 dalam proyek penataan kota Jembrana meliputi penyediaan APD lengkap bagi seluruh pekerja, pemasangan rambu-rambu dan barikade di area proyek, serta pelaksanaan supervisi secara berkala untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan dipatuhi.
“Hal ini terus kami tekankan kepada pelaksana pekerjaan guna memastikan tidak ada pelanggaran prosedur keselamatan yang dapat membahayakan pekerja maupun masyarakat umum,” katanya.
Dalami Kasus Kematian Almarhum I Nyoman Cita, Polisi Periksa 13 Saksi
Wiartha juga menyadari proyek yang berlokasi di pusat keramaian kota tersebut berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi aktivitas masyarakat. Karena itu, pengaturan manajemen lalu lintas serta pembersihan sisa material proyek terus dioptimalkan setiap hari setelah jam kerja selesai.
“Pasti sementara ini akan mengganggu kenyamanan aktivitas warga sehari-hari. Untuk itu, kami memohon maaf dan berharap masyarakat berkenan sedikit bersabar selama proses konstruksi, karena semua ini dilakukan demi menata wajah Kota Jembrana agar jauh lebih indah, tertata, dan nyaman untuk kita gunakan bersama ke depan,” pungkasnya. Hj






