Persindonesia.com Jembrana – Pelabuhan Gilimanuk sempat lumpuh. Terjadi antrean panjang di disepanjang jalan di Kelirahan Gilimanuk lantaran cuaca buruk, air laut surut dan diterjang angin kencang di Selat Bali, akibatnya, kapal tidak bisa nyebrang ke Pelabuhan Ketapang. Begitu juga lantaran kepadatan kendaraan di area Pelabuhan Gilimanuk proses aktifitas bongkar muat di dermaga LCM mengalami kesulitan. Antrean panjang terjadi sejak pukul 01.00 wita dini hari, dan hari ini masih mencapai 3,5 kilometer.
Pantauan awak media, hingga saat ini kemacetan sudah mencapai di Gelung Kori Gilimanuk berjarak sekitar 2 kilometer dari Pelabuhan, yang sebelumnya sempat sampai tempat Mbah Temon Cekik. Bahkan, kendaraan kecil atau mobil pribadi terpaksa memanfaatkan jalur gang-gang seperti saat peralihan arus mudik Lebaran. Saat ini kendaraan sudah mulai bergerak pelan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Alasan Menjahit Celana, Arya Larikan Motor N Max di Baluk
Saat dikonfirmasi Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Dewa Putu Werdhiana menjelaskan bahwa saat ini, kepadatan sudah sempat terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk akibat cuaca di Selat Bali. “Benar sudah mulai mencair, memang di dominasi oleh kendaraan besar atau truk. Kemacetan dari pukul 01.00 wita dinihari tadi,” terangnya. Selasa (27/6/2023).
Disinggung mengenai penggunaan gang-gang kecil untuk mengurai kepadatan, Werdhiana menampik hal tersebut, dirinya menegaskan arus lalulintas masih normal meski antrian yang terjadi hingga berjarak sekitar 3,5 kilometer. “Masih normal, hanya didominasi truk-truk besar,” tandas Werdhiana.
Sementara Koordinator Satuan Pelaksana Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Agus Sugiarta, membenarkan terkait peristiwa surutnya air laut dan mengakibatkan antrian kendaraan hingga di luar areal Pelabuhan Gilimanuk. “Mulai kemarin sore air laut surut, sehingga proses bongkar muat menjadi terhambat. Tadi pagi air sudah mulai pasang, jadi mulai kita percepat proses bongkar muat,” pungkasnya. Ida






