Jajaran Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali Gelar Apel Siaga Nataru di Lapastik Bangli

Bangli-PersIndonesia| Dalam rangka menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Jajaran Pemasyarakatan dilingkungan Kanwil Kemenkumham Bali mengelar Apel Siaga Peningkatan Kewaspadaan di Lapastik Bangli, Kamis (21/12/23).

Kegiatan Apel Siaga tersebut dihadiri oleh Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Murdiana, Kepala Lapas Narkotika IIA Bangli, Marulye Simbolon, Wakil BNNK Gianyar, Forkompinda Bangli, Seluruh UPT Pemasyarakatan di Kanwil Kemenkumham Bali serta Undangan terkait lainnya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Bali, I Putu Murdiana menyampaikan dengan telah terbitnya Surat Edaran Dirjen Pemasyarakatan No. PAS 2077 Tahun 2023 tentang Peningkatan Kewaspadaan Menghadapi Perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, maka dipandadang perlu dilaksanakannya apel siaga sebagai acuan dalam meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban dalam perayaan Natal dan Tahun Baru di Lapas, Rutan, LPKA khususnya di Wilayah Bali.

Selain peningkatan kewaspadaan dan keamanan dipandang perlu juga peningkatan pelayanan pemasyarakatan terhadap Narapidana, Tahanan dan Anak.

“Hal tersebut dilakukan guna menjamin hak para Tahanan, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Anak tetap dapat menjalankan perayaan ibadah Natal 2023 dan perayaan Tahun Baru 2024 dengan hikmat”, ujarnya.

Ia menjelaskan dipilihnya Lapas Narkotika (Lapastik IIA) Bangli sebagai tempat Apel bersama seluruh Jajaran Pemasyarakatan se Bali karana Lapas Bangli telah meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan mendapat peanugrahan sebagai Lapas tebaik bahkan No. 1 di Indonesia.

Disamping itu Lapas ini merupakan sangat representatif untuk melaksanakan segala kegiatan berskala Balilah dibandingkan Lapas/Rutan lainnya. Dimana Lapstik Bangli memiliki ruang terbuka yang sangat memadai.

“Untuk itulah Lapastik Bangli selalu dipilih sebagai tempat perhelatan kegiatan Kemenkumham Bali, dan sekiranya dapat dipakai study tiru bagi Lapas/Rutan lainnya di Bali”, terang Murdiana kepada awak Wartawan.

Disinggung terkait untuk menjadi lapas terbaik, Ia mengungkapkan ada beberapa indikator-indikator penilain dari pusat seperti pelaksanaan kegiatan pembinaan yang diberikan kemudian dukungan dari Instansi dan Stakeholder Eksternal yang menyatakan Lapas tersebut memiliki Visi dan Misi yang sesuai.

“Untuk Lapastik Bangli sendiri telah melakukan kegiatan pembinaan dengan baik. Dan dari Indikator penilain Eksternal bahwa Lapstik Bangli Zero dari Narkoba, Pungli, HP dan telah melaksanakan kinerja secara Optimal serta Lapas Bangli telah meraih WBK”, ungkap Kadiv Pas Bali tersebut.

Sementara itu Ka Lapastik Bangli, Marulye Simbolon mengatakan raihan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) merupakan hasil jerih payah semua jajaran Lapastik Bangli dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sesuai amanah yang ada.

Dalam persiapan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru dirinya tidak jumawah, meskipun jajarannya telah terbiasa melakukan kegiatan seperti ini, tetapi kewaspadaan tetap harus diinstenkan.

“Kami telah siap melakukan pengamanan dengan langkah intesitas pengledahan dini dan lebih insten lagi melakukan koordinasi dengan pihak Instansi terkait seperti Kepolisian, BNN Provinsi dan BNNK”, tegasnya.

Beberapa Point yang tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Pas untuk dilaksanakan dalam peningkatan kewaspadaan dan pengamanan Nataru, diantaranya meningkatkan kewaspadaan pengamanan selama 24 jam dengan memperbantukan petugas maupun piket, melakukan koordinasi dengan Instansi Polri, TNI, Pemadam Kebakaran dan BPBD, meningkatkan kegiatan Intelijen untuk melakukan pemantuan dan diteksi dini terhadap kegiatan WBP yang dapat mengganggu Kamtibmas.(GS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *