BANGLI-PersIndonesia.Com- Sebagai salah satu jajaran Unit Pelayanan Terpadu (UPT) di bawah Kanwil Kemenkumham Bali, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika II Bangli yang berlokasi di Banjar Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli banyak memiliki program pembinaan unggulan bagi warga binaan.
Baca Juga: Alun Alun Bangli Meraih Predikat Sebagai Taman Kota Terbaik di Indonesia
Berdasarkan pantuan dilapangan, Lapas yang menjadi tempat Rehabilitasi bagi penyalahguna Narkotika tersebut selain mendirikan sarana peribadatan bagi umat beragama juga mendirikan sarana kerja bagi WBP. Sejumlah program kerja bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), seperti perbengkelan, budidaya tanaman, budidaya lebah klancong, seni lukis bahkan kini merambah Sablon, Laundry dan Tata Boga.
Kasi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Bangli, Nyoman Bhudianta menjelaskan pihaknya terus berupaya memberikan pembinaan dalam rangka mengasah keterampilan warga binaan saat menjalani rehabilitasanya, sehingga mereka dapat menyalurkan hobbynya selain menjadi bekal nantinya.
Saat ini program pembinaan yang sudah berjalan, seperti perbengkelan, pembuatan aneka bonsai tananan hias, budidaya madu lebah klancong, aneka anyaman bahkan kini merambah kegiatan Sablon, Laundry dan pelatihan Tata Boga. “Hal ini tentunya, selain mengakomodir hobby nereka juga6 memberikan manfaat yang postif bagi pengembangan bakat mereka agar dapat bermanfaat nantinya”, ujarnya, saat ditemui dalam kegiatan peresmian sarana asimilasi Edukasi dan pelatihan kerja.
Lapas Narkotika Bangli yang memiliki tempat representatif dan acapkali menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Serimonial pemasyarakatan berskala Daerah dan Nasional tentu menjadi sebuah penilian yang luar biasa.
Kepala Lapas Narkotika Bangli, Marulye Simbolon mengatakan meningkatkan kualitas keperibadian dan kemandirian Narapidana menjadi salah satu fungsi Lapas, untuk itu berbagai program pembinaan didirikan Lapas Narkotika Bangli. Dan beberapa program pembinaan unggulan telah berhasil menjadi salah satu komoditi di pasaran.
Salah satu yang jarang pada Lapas/Rutan yaitu, Lapas Narkotika berhasil mengembangkan budidaya tanaman sayur Asparagus yang memiliki nilai jual tinggi. Dan dalam pemasaranya kita bekerjasama dengan Koperasi Tani Mertha Nadi Petang, Badung yang berkomitmen menerima semua hasil produksi.
Baca Juga: Samsudin Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Konten Video Tukar Pasangan
Selain itu dilahan yang tidak produktif kini dikembangkan program pembinaan produktif yaitu Laundry, Sablon dan pelatihan Tata Boga, yang pemasarannya selain untuk WBP di Lapas juga akan menyasar di luar Lapas Bangli. “Kami mencoba memberikan semampu kami bisa untuk memberikan pembinaan kemandiriaan. Dan kualitas pembinaan yang ada sudah dapat dirasakan saat ini”, ujarnya, dikonfirmasi, Rabu (06/3/24).
Lanjut kata Pria berdarah Sulawesi ini menegaskan kedepan Lapas Narkotika Bangli berupaya mengembangkan pembinaan kemandirian untuk warga binaan agar memiliki nilai guna, terampil dan bermanfaat bagi dirinya juga masyarakat.
“Program pembinaan kemandirian tentunya menjadi bekal yang luar biasa bagi Narapidana, karena dengan itu Warga Binaan yang serius mengikuti pembinaan akan memperoleh bekal pengetahuan dalam mengasah bakat”,tandasnya.(DB).






