Ini Hasil Lab Kasus Gigitan Anjing Rabies di Pergung dan Yehembang Kauh

Persindonesia.com Jembrana – Kasus gigitan anjing diduga rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Kali ini kasus tersebut terjadi di 2 tempat yakni di Banjar Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana dan yang kedua Banjar Baler Pasar, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo.

Untuk kasus di Banjar Munduk Anggrek terjadi pada Jumat (30/8/2024) dengan korban sebanyak 4 orang, sedangkan di Banjar Baler Pasar terjadi pada Rabu (28/8/2024) korban sebanyak 2 orang. Anjing yang diduga rabies pada saat itu telah dieliminasi dan sampel baru dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar pada hari Kamis (5/9/2024) dengan hasil, kedua anjing tersebut positif rabies.

Saat dikonfirmasi, Kelian Banjar Munduk Anggrek Yehembang Kauh I Ketut Arwita mengatakan, kasus kejadian gigitan anjing rabies terjadi pertama pada hari Jumat (30/8/2024), anjing rabies menggigit 1 orang setelah itu anjing tersebut kembali menggigit pada hari Sabtu (31/8/2024) sebanyak 2 orang menjadi korban.

Waduh! Seakan Tak Kapok Masuk Bui, Kurir Perempuan Ini Kembali Terciduk Polisi

“Saat mau dieliminasi, pada hari Minggu (1/9/2024) pagi, anjingnya lari ke rumah tetangga masuk ke dapur dan menggigit tuan rumah saat berada di dapur, baru saat itu anjing tersebut dieliminasi. Jadi total korban sebanyak 4 orang. Semua korban sudah mendapatkan VAR di Puskesmas Mendoyo,” terangnya. Jumat (6/9/2024)

Sementara, Plt Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana I Made Yasa saat dikonfirmasi via telepon membenarkan ada kasus gigitan anjing rabies di dua lokasi di Kecamatan Mendoyo, di Desa Pergung dan di Desa Yehembang Kauh.

“Memang ada kasus gigitan anjing akan tetapi hasilnya negatif, cuma 2 wilayah di Desa Yehembang Kauh dan Desa Pergung, yang hasilnya positif. Sekarang kami masih fokus untuk vaksinasi rabies di kedua tempat. Semua personil kerahkan ke 2 lokasi tersebut untuk melakukan vaksin,” katanya.

BURUAN! Waktu Pendaftaran CPNS di Bangli Diperpanjang, Ini Formasinya

Yasa mengaku, setelah adanya kasus gigitan, pihaknya telah melaksanakan vaksinasi emergensi di kedua wilayah tersebut. “Vaksinasi lanjutan akan kita adakan pada hari Selasa (10/9/2024) dengan melibatkan Tim Siaga Rabies di desa tersebut, karena mereka yang mengetahui sebaran populasi anjing beserta pemiliknya,” jelasnya. Dar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *