Klungkung,PersIndonesia.Com- Rumah Tahanan Negara (Rutan) IIB Klungkung bekerjasama dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Klungkung menggelar kegiatan sosialiasi dan pelatihan bahasa isyarat bertempat di Aula Pengayoman Rutan Klungkung, hari Kamis (19/9/24).
Untuk pelaksanaan pelatihan diikuti oleh sebanyak 6 orang pegawai Rutan Klungkung yang dibimbing oleh 2 orang narasumber sebagai pemateri dari SLBN 1 Klungkung. Dengan materi yang diberikan diantaranya, materi dasar tentang jenis-jenis disabilitas, cara penanganan disabilitas serta pemahaman Bahasa isyarat bagi Tuna Rungu.
Baca Juga : Dirjen AHU, Kemenhumham RI, Diskusi Publik Kebijakan Kewarganegaraan Yang Lebih Baik
Dalam pelatihan ini juga diajarkan 2 jenis bahasa isyarat yang diterapkan di Indonesia yaitu SIBI dan BISINDO. Kemudian Para peserta mendapatkan sesi praktek dalam menerapkan bahasa isyarat dengan memperkanlan diri masing-masing, guna mengembangkan wawasan para peserta.
Kepala Rutan Klungkung, Farid Wajdi menyambut positif dan memberikan apresiasinya. Menurutnya kegiatan yang dilakukan sangat positif dan bermanfaat bagi Rutan Klungkung dalam mewujudkan Pelayanan Publik berbasis Hak Asasi Manusia (HAM).
“Kegiatan ini sangat penting dilakukan, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis HAM di Rutan Klungkung”, ujarnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan semoga dengan kegiatan pelatihan ini dapat menambah wawasan bagi pegawai Rutan Klungkung dalam rangka meningkatkan pelayanan publik berbasis HAM.
Baca Juga : Polres Klungkung Realese Pengungkapan Kasus Narkoba Hingga Di Bulan September 2024
Pihaknya akan berkomunikasi kembali dengan pihak terkait untuk melakukan kerjasama jangka panjang yang mungkin dapat dilakukan guna peningkatan kualitas pelayanan publik di Rutan Klungkung.
“Kedepannya akan saya kordinasikan kembali dengan pihak terkait mengenai rencana pembuatan MoU dalam hal pelatihan Bahasa Isyarat untuk pelayanan disabilitas di Rutan Klungkung”, tandasnya. (IGS)






