CATAT! Inovasi Rutan Klungkung Kini Hadirkan Taman Ketahanan Pangan Mahottama

Persindonesia.Com, Klungkung – Guna mendukung implementasi program Presiden RI terkait ketahanan pangan nasional dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mana Warga Binaan diberdayakan untuk mendukung ketahanan pangan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Klungkung melaksanakan pembukaan Taman Ketahanan Pangan Mahottama, bertempat di Brandgang Selatan Rutan Klungkung.

Turut hadiri dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Bali, Decky Nurmansyah, Staf Ahli Bupati Klungkung Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, I Gusti Ketut Suardika yang mewakili Bupati Klungkung, hadir pula Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Karangasem, Ketua Yayasan Bebas Selamat Indonesia (YBSI), Senin (3/10).

Baca Juga : Waspadai Serangan Siber, Pemkab Klungkung Launching Aplikasi KIWA TENGEN

Kegiatan pembukaan ditandai dengan penanaman bibit cabai oleh seluruh peserta yang hadir pada lahan Taman Ketahanan Pangan Mahottama Rutan Klungkung. Tidak hanya itu, seluruh peserta juga diajak untuk melihat berbagai macam produk dari program pembinaan kemandirian yang ada di Rutan Klungkung mulai dari Kerajinan tangan dari koran bekas, sablon pakaian hingga inovasi terbaru Rutan Klungkung yaitu pupuk cangkang telur (Garda Echo Shell).

Kepala Rutan (Karutan) Klungkung, Alviantino Riski Satriyo menyampaikan brandgang awalnya merupakan gudang barang bekas dan berhasil disulap menjadi area asri nan bersih yang mana kini disebut sebagai Taman Ketahanan Pangan Mahottama Rutan Klungkung. Lanjut kata Alviantino juga menerapkan berbagai sistem pertanaman diantaranya sistem tanam monokultur menggunakan media tanah dan Vertikultur yaitu sistem penanaman yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat.

Sistem Vertikultur ini dipilih karena keterbatasan lahan yang dimiliki Rutan Klungkung yang mana hanya seluas kurang lebih 85 m2. Diharapkan dengan dibukanya Taman Ketahanan Pangan Mahottama Rutan Klungkung ini dapat menjadi semangat bagi seluruh elemen untuk memulai kesiapan dalan ketahanan pangan dari area terkecil yaitu diri sendiri.

“Dengan kuatnya ketahanan pangan maka akan berdampak terhadap kesehatan dan perekonomian sosial” ucap Alviantino.

Pihaknya berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan lahan yang ada untuk menjalankan program ketahanan pangan ini bersama Warga Binaan untuk merubah tempat ini. Terdapat beberapa varian tanaman seperti cabai, tomat, bayam, pakcoy, mentimun dan semangka. Penanaman bibit hingga perawatan tanaman dilakukan oleh Warga Binaan didampingi oleh staf Kesatuan Pengamanan dan staf pelayanan tahanan.

“Saya sangat berterima kepada seluruh yang terlibat dalam program ini, walau dengan keterbatasan lahan yang ada bukan menjadi halangan bagi Rutan Klungkung untuk tetap menjalankan program ketahanan pangan”, ungkap Karutan Klungkung.

Rutan Klungkung selalu berupaya untuk menciptakan inovasi terbaru dalam menghasilkan produk-produk ramah lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan melalui program pembinaan yang ada. “Rutan Klungkung juga selalu memaksimalkan sumber daya yang tersedia”, imbuhnya.

Sementara I Gusti Ketut Suardika yang mewakili Bupati Klungkung mengatakan bahwa Pemkab Klungkung juga sangat mendukung kegiatan ini dan siap ikut membantu pengembangan program ketahanan pangan yang digagas Rutan Klungkung. Menurutnya, Taman Ketahanan Pangan Mahottama ini merupakan sebuah terobosan yang sangat positif terlebih lagi mengambil nama semboyan Kabupaten Klungkung yaitu Mahottama yang memiliki makna paling utama dan sebuah tekad untuk terus bergerak maju, hidup rukun, seimbang, aman, dan sejahtera.

“Kami siap mendukung pengembangan program ini, dengan harapan Taman Ketahanan Pangan Mahottama ini dapat memberikan manfaat bagi narapidana dan masyarakat sekitar,” kata Suardika.

Baca Juga : Diteksi Terserang Penyakit, Kesehatan Tahanan Polres Klungkung di Cek

Disisi lain, Kakanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah menyampaikan inovasi ini sangat baik karena memanfaatkan limbah cangkang telur dari dapur Rutan. Dan pihaknya sangat mendukung program ketahanan pangan yang digagas Rutan Klungkung ini. “Saya berharap dengan sumber daya yang ada, Rutan Klungkung dapat memaksimalkan produksi untuk menunjang ketahanan pangan secara mandiri maupun secara umum bagi masyarakat sekitar”, ujarnya.

Pihaknya juga melihat produk-produk yang dihasilkan Rutan Klungkung memiliki kualitas yang baik dan dapat bersaing dengan produk luar, khususnya pupuk cangkang telur yang sangat bermanfaat karena selain berguna bagi tanaman. Dimana melalui produk ini kita dapat mengolah limbah menjadi suatu hal yang lebih berguna. Hal ini tentunya dapat menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem alam.

“Kami sangat mengapresiasi dan siap untuk membantu memasarkan produk ini ke Lapas ataupun Rutan di Bali,” ucap Decky.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *