Persindonesia.com Jembrana – Kisah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana Bali I Made Arya Budiharta 41 tahun yang bekerja di sebuah restoran di Bourbonnais, Illinois, Amerika Serikat, meninggal dunia akibat kanker ternyata merupakan sosok yang baik hati serta darmawan di wilayahnya. Almarhum juga merupakan tulang punggung keluarganya.
Ditemui di rumah duka di Lingkungan Sawe, Kelurahan Dauh Waru, Jembrana, ibu almarhum bernama Ni Ketut Wendi 64 tahun menuturkan dirinya merasa sangat terpukul atas kehilangan anak tunggalnya yang bekerja di Amerika Serikat, dimana sebelumnya juga telah kehilangan suaminya dan anak pertamanya yang terlebih dahulu meninggal akibat kecelakaan.
“Made merupakan tulang punggung keluarga, dulu dia bekerja di kapal pesiar. Sejak berhenti bekerja di kapal pesiar namun sejak usai kontrak di kapal pesiar, pada tahun 2018 Made memutuskan untuk bekerja di Amerika Serikat. Rencananya dia akan pulang Desember lalu, tapi takdir berkata lain,” sedihnya, Rabu (15/1/2025).
Polemik Pembuangan Sampah di Sente Pikat Dawan Berujung Protes dan Penutupan
Tanpa sepengetahuan ibunya ternyata Arya sempat menjalani operasi beberapa kali, namun penyakitnya tak kunjung sembuh. Komunikasi terakhir dengan ibunya terjadi pada Sabtu (11/1/2025) lalu, sehari sebelum meninggal. Ibu Arya juga tidak mengetahui persis pengobatan anaknya, lantaran Arya mengaku selalu sehat dan baik-baik saja.
“Setiap hari kami video call. Dia selalu bilang baik-baik saja. Tapi dua hari sebelum meninggal, kami tidak sempat video call karena perbedaan waktu yang cukup jauh. Saya kirimkan pesan agar dia (Arya) beristirahat saja,” ucapnya.
Wendi mengungkapkan, saat ini, jenazah anaknya masih berada di rumah duka di Chicago, Amerika Serikat, menunggu proses pemulangan ke Indonesia. Kendala cuaca menjadi salah satu faktor yang menghambat proses pemulangan.
Pergantian Manajemen dan Kerusakan Armada Picu Penumpukan Sampah di Jembrana
“Sempat mau dititipkan di rumah duka KBRI, namun ditolak, beruntung pimpinan tempat Made bekerja punya teman memiliki fasilitas rumah duka. Teman-teman Made di AS sedang menggalang dana untuk pemulangan jenazah. Manajemen tempat kerjanya juga siap membantu,” terangnya.
Sementara Kepala Lingkungan Sawe, I Ketut Wardana Putra menuturkan, Arya merupakan sosok orang yang dermawan dan sangat peduli terhadap sesama, terutama para lansia. Setiap enam bulan sekali sejak tahun 2020 sudah menjalankan program bakti sosial pengobatan gratis, tambahan makanan serta sembako untuk lansia.
“Made memiliki program menyantuni lansia di wilayah kami sebanyak 70 lansia dengan usia diatas 70 tahun. Setiap enam bulan sekali, Made memberikan bantuan berupa makanan, sembako, dan biaya pengobatan,” ungkapnya.






