Kepala DPMPTSP Badung, I Made Agus Aryawan saat menerima kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama rombongan, di Kantor DPMPTSP, Jumat (11/7). (Foto: Hms Badung)
Badung persindonesia.com – Kabupaten Badung kembali menjadi tujuan studi strategis bagi daerah lain di Indonesia. Kali ini, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama rombongan pejabat terkait, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung, Jumat (11/7), untuk menggali praktik terbaik dalam penyelenggaraan layanan publik.
Rombongan disambut langsung oleh Kepala DPMPTSP Badung, I Made Agus Aryawan, yang memperkenalkan konsep dan operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Badung, yang kini telah mengintegrasikan 30 gerai pelayanan dari berbagai instansi ke dalam satu sistem layanan terpadu.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda mengaku terkesan dengan performa dan efisiensi sistem layanan yang diterapkan di Badung. “Pelayanan publik di Badung sangat representatif. Dengan satu kunjungan ke MPP, masyarakat bisa mengakses 30 jenis layanan berbeda secara terstandar. Kami berharap dapat mereplikasi model ini di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Made Agus Aryawan menyatakan bahwa Pemkab Badung sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dalam membangun sistem layanan yang transparan dan responsif. “Kami senang bisa menjadi referensi bagi daerah lain. Semangat kami adalah kolaborasi demi pelayanan publik yang merata dan berkualitas,” jelasnya.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antardaerah sekaligus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan berbasis pelayanan. Di tengah era digital dan tuntutan efisiensi birokrasi, MPP Badung menjadi salah satu contoh keberhasilan transformasi layanan publik di tingkat daerah. @k






