Denpasar, persindonesia.com – Semangat emansipasi R.A. Kartini mengalir deras di Banjar Petangan Gede, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara. Pada Minggu (19/4/2026), PKK Banjar Petangan Gede berkolaborasi dengan komunitas Tali Darah menggelar giat kemanusiaan donor darah dan layanan kesehatan gratis. Ratusan warga banjar antusias berpartisipasi, memadati lokasi acara dari pukul 07.30 WITA hingga 12.00 WITA, menunjukkan solidaritas tinggi dalam membantu sesama.
Kegiatan ini bukan sekadar donor darah, melainkan rangkaian layanan kesehatan menyeluruh yang dirancang untuk meringankan beban warga. Ketua Panitia, I Ketut Sumandi, menjelaskan kerjasama lintas sektor yang menjadi kunci sukses. “Giat ini terlaksana berkat kolaborasi dengan berbagai organisasi dan lembaga kesehatan. Pap smear didukung penuh Puskesmas Denpasar Utara, pemeriksaan mata bekerjasama dengan Perdamai Bali (Perhimpunan Dokter Mata Indonesia cabang Bali), JFF Foundation, dan Rumah Sakit Bali Mandara yang menyediakan kacamata gratis untuk krama banjar. Tes kesehatan melibatkan Apotek Mangsi Farma, sementara donor darah didukung PMI Denpasar dari RS Wangaya,” ungkap Pak Sumandi. dengan bangga.
Hasilnya luar biasa: 65 pendaftar donor darah berhasil menyumbang 54 kantong darah berharga, pemeriksaan mata dilayani 107 peserta, dan tes kesehatan menjangkau sekitar 150 orang. “Ini bukti betapa warga kita peduli kesehatan bersama, terutama di momentum Hari Kartini yang mengajak perempuan dan seluruh masyarakat berbuat kebaikan,” tambahnya.

Kelian Banjar Petangan Gede, A.A. Ngurah Mayun Trinanditya, disambangi media dengan senyum lebar. “Kami apresiasi penuh giat kemanusiaan ini. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga Banjar Petangan Gede, I Nyoman Gede Sumara Putra, ST.(anggota DPRD Kota Denpasar dan Dewan Pembina Tali Darah), PKK Banjar, sahabat Kode Alam, serta semua yang turut menyukseskan. Dukungan, tenaga, dan kebersamaan semeton sangat berarti. Semoga kebaikan ini menjadi berkah, membawa kesehatan dan kebahagiaan untuk kita semua,” ujar Jik Yun singkat.

Acara ini menjadi inspirasi bahwa kolaborasi masyarakat mampu menciptakan dampak nyata, menyelamatkan nyawa melalui darah donor dan mencegah penyakit dini. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban Denpasar, gotong royong seperti ini memperkuat ikatan kemanusiaan.

Hingga pukul 12 :00 Wita acara kemanusiaan dan layanan kesehatan ditutup dan dilanjutkan dengan karaoke serta foto bersama.
Dudick






