Kiri : Cristina , Karang, & Gianfranco saat di Desa Panglipuran
BALI, 23/07/2025 – Persindonesia.com – Bulan Juli hingga Agustus menjadi musim liburan (high season) bagi wisatawan asal Eropa, salah satunya dari negara Italia. Momen ini dimanfaatkan wisatawan untuk berlibur ke destinasi tropis, termasuk Bali yang tetap menjadi primadona wisata dunia berkat alam, budaya, dan keramahannya.
Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Eropa mulai terasa sejak awal Juli. Hal ini diamati langsung oleh tim Persindonesia.com, di mana salah satu wartawannya yang juga merupakan pemandu wisata berbahasa Italia, mendampingi kunjungan turis asal Italia dalam perjalanan wisata mereka di Bali.
Salah satu pasangan wisatawan asal Italia, Grossetti Gianfranco dan Tomasini Cristina, mengungkapkan kesan positif mereka selama berlibur di Bali. Kepada pemandunya, Gianfranco menyampaikan bahwa ia sangat menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya yang ditawarkan Pulau Dewata. “Saya sangat senang selama berwisata di Bali. Pemandangannya luar biasa, kami mengunjungi Kintamani, desa seni di Ubud, dan menyaksikan berbagai atraksi budaya seperti tari Barong. Semuanya memukau,” ujar Gianfranco.yang juga sempat berwisata ke Gili Trawangan.
Namun demikian, di balik kekaguman mereka terhadap keindahan Bali, kemacetan lalu lintas menjadi catatan serius. Gianfranco menyebut bahwa kemacetan yang mereka alami sangat parah, bahkan membuatnya merasa stres dan tidak nyaman selama perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. “Kemacetannya luar biasa. Saya sampai merasa pusing dan setres di mobil, meskipun pemandu kami terus berusaha menenangkan. Tapi tetap saja, ini mengganggu kenyamanan wisata,” keluhnya.
Cristina, sang istri, turut menyampaikan pendapat serupa. “Bali sangat indah, tapi macetnya bikin tidak nyaman,” ujarnya singkat.
Diharapkan agar Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan infrastruktur transportasi yang selama ini masih menjadi wacana. Mereka juga mendapat penjelasan dari pemandunya bahwa Pemerintah Bali sedang merancang pembangunan underpass, jalan tol, atau bahkan jalan bawah tanah agar lalu lintas wisatawan tidak terus terganggu oleh kemacetan yang berkepanjangan.”Kami tunggu” celetuk Gianfranco.
Menurut catatan redaksi, sejumlah titik macet yang paling sering dikeluhkan wisatawan antara lain jalur menuju Ubud, Kuta, Canggu, dan kawasan wisata selatan seperti Jimbaran dan Uluwatu.
Keluhan semacam ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah, karena kenyamanan akses menjadi faktor penting dalam pengalaman wisatawan. Jika tidak segera dibenahi, kemacetan dikhawatirkan akan berdampak buruk pada citra Bali sebagai destinasi internasional.
Redaksi Persindonesia.com akan terus memantau perkembangan ini serta merekam berbagai pengalaman wisatawan selama musim liburan Eropa berlangsung di Bali.
@Karang





