Persindonesia.com Jembrana – Dua nelayan asal Banjar Panitia Keramat, Desa Melaya, Kabupaten Jembrana, menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas (Mr. X) mengapung di perairan Pebuahan, Selat Bali, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.
Jenazah tersebut kemudian dievakuasi ke RSU Negara. Setelah dilakukan identifikasi, diketahui bahwa mayat tersebut berkaitan dengan kasus nelayan hilang di perairan Alas Purwo, Banyuwangi. Korban diketahui bernama Kasianto (44), asal Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati membenarkan temuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa identitas korban berhasil dipastikan melalui pemeriksaan sidik jari oleh Tim Inafis Polres Jembrana yang dibantu pihak RSU Negara.
Cepat Respon! Bupati Kembang Langsung Tinjau Kerusakan Usai Puting Beliung Terjang Banjar Tembles
“Jenazah yang ditemukan di Laut Pebuahan kemungkinan kuat terkait dengan nelayan yang jatuh dari perahunya di perairan Alas Purwo. Berdasarkan hasil identifikasi sidik jari, Mr. X adalah korban tenggelam bernama Kasianto. korban dilaporkan tenggelam sekitar dua hari sebelum penemuan. Untuk keluarga korban sudah kami hubungi,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut Dewi, kronologi penemuan mayat bermula ketika dua nelayan berangkat memancing pada Selasa (9/12) sekitar pukul 06.00 Wita menggunakan perahu fiber bertuliskan Yamaha 2. Saat melintas di perairan Pebuahan bagian tengah, sekitar pukul 01.00 Wita, keduanya melihat sesosok tubuh mengapung tidak jauh dari pantai.
“Kedua saksi sempat berusaha mengangkat jenazah ke atas perahu, namun karena kondisi tubuh cukup berat, mereka tidak mampu menaikkannya,” jelasnya.
Seorang Pria Meminta Tindak Lanjut Atas Laporan Dugaan Penggelapan Motor Miliknya
Lebih jelasnya, Kadek mengatakan, Salah satu nelayan kemudian turun ke air untuk mengikat kaki jenazah menggunakan tali jangkar. Dengan cara ditarik, jenazah berhasil dibawa menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan. “Setibanya di pelabuhan sekitar pukul 05.00 Wita, para nelayan langsung melaporkan temuan tersebut kepada Sat Polairud Polres Jembrana,” pungkasnya. Ts






