Persindonesia.com Jembrana – Warga Banjar Melaya Pantai, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana digegerkan dengan penemuan seekor lumba-lumba jenis hidung botol yang terdampar dalam kondisi mati di pesisir Pantai Batu Kebo, Senin (27/4) sekitar pukul 07.00 Wita.
Mamalia laut tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Aulia (35) asal Banjar Melaya Pantai yang tengah beraktivitas di sekitar pantai. Saat ditemukan, kondisi lumba-lumba sudah tidak bernyawa dan terdampar di bibir pantai, sehingga menarik perhatian warga sekitar.
Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, penemuan bangkai lumba-lumba itu bermula ketika warga berjalan-jalan di kawasan pantai pada pagi hari.
Sikat Perhiasan Emas dan Celelengan, Pekerja Serabutan Asal Peninjoan Terciduk Polisi
“Lumba-lumba itu ditemukan warga saat melintas di pantai. Saat ditemukan, kondisinya sudah dalam keadaan mati,” ujarnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, warga bersama aparat kepolisian segera melakukan penanganan dengan menguburkan bangkai lumba-lumba tidak jauh dari lokasi penemuan. Langkah ini dilakukan untuk menghindari bau tidak sedap sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
“Bangkai lumba-lumba sudah dikubur oleh warga dibantu anggota kami di sekitar lokasi penemuan,” tambahnya.
Vonis 15 Tahun Inkrah, Oknum PNS Jembrana Terancam Dipecat Tidak Hormat
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab kematian lumba-lumba tersebut. Namun, peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat, mengingat kemunculan mamalia laut terdampar di pesisir wilayah tersebut tergolong jarang terjadi. Ts






