Puspa negara berharap rp 5jt/lansia usia 75 ke atas.
Badung persindonesia.com – Lansia sehat & bahagia adalah salah satu indikator kemampuan pemerintah dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Lansia butuh penyesuaian gaya hidup dan dukungan lingkungan.
Saya sangat mendukung kebijakan Bupati yang humanis & berdaya guna positif bagi warga usia lanjut di Badung
Terkait Kebijakan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa terhadap Lansia dengan program pemberian penghargaan kepada masyarakat lanjut usia (Lansia) yang berhasil melampaui Usia Harapan Hidup (UHH) 75 tahun ke atas merupakan program.positif yang dapat mengangkat spirit / semangat dan harapan hidup lebih baik bagi para Lansia. Program ini jelas merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung yang sangat baik dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat yang sehat lahir dan bathin, bahagia, sejahtera, dan berkeadilan antargenerasi.
Bahwa Lansia (lanjut usia) adalah tahap akhir siklus hidup manusia, yang menurut WHO dan Kemkes RI ditetapkan pada usia 60 tahun ke atas. Ini merupakan proses penuaan alamiah yang ditandai dengan penurunan fungsi fisik, kognitif, dan sosial, di mana seseorang seringkali membutuhkan penyesuaian gaya hidup dan dukungan lingkungan. Lansia sering dianggap beban, padahal mereka masih punya potensi yang produktif jika diberdayakan, minimal mereka menjadi contoh bukti nyata dlm menjaga kesehatan lahir & bathin hingga bisa berusia panjang.
Bahwa Usia harapan hidup (UHH) suatu negara atau daerah, menunjukkan rata-rata perkiraan lama hidup penduduk sejak lahir, yang mencerminkan derajat kesehatan, kualitas gizi, dan tingkat kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Angka UHH ini juga merupakan indikator keberhasilan pemerintah dalam pelayanan kesehatan, sanitasi, dan pembangunan kualitas hidup.
Secara simbolis penghargaan tersebut telah diserahkan pada Rabo 28 Januari 2026 di pecatu, Kuta selatan.
Saya sepakat dengan Bupati bahwa kebijakan ini tidak semata berorientasi pada aspek kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mengandung nilai edukatif dan inspiratif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Bahwa Para Lansia yang mampu melampaui usia harapan hidup merupakan teladan nyata tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Penghargaan senilai rp 3 jt/orang lansia ini ( berharap kelak diberikan Rp 5 jt/orang lansia umur di atas 75 th) hal ini menunjukan apresiasi yang setara atas dedikasi para sesepuh, sekaligus untuk menginspirasi generasi muda agar menerapkan pola hidup sehat dan berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima, program ini saya pandang juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghormati peran sesepuh sebagai pilar moral dan sumber kearifan dalam pembangunan daerah.
Program penghargaan ini menyasar masyarakat Lansia berusia di atas 75 tahun di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Badung menargetkan total penerima penghargaan ini berkisar antara 18.000 hingga 19.000 orang lansia yang memenuhi syarat.
Kebijakan ini menunjukkan perhatian yg baik dari pememerintah terhadap isu kesehatan lansia sekaligus mempertegas komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima, program ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghormati peran sesepuh sebagai pilar moral dan sumber kearifan dalam pembangunan daerah.
Pada Periode II, tercatat sebanyak 9.121 Lansia telah menerima reward Rp 3jt ini. Program ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati Badung Nomor 50 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan kepada Masyarakat atas Prestasi Melampaui Usia Harapan Hidup. Lansia di Badung kini senyum sumringah sesuai lirik lagu “Don’t Worry, Be Happy” , adalah lagu ikonik yang dirilis pada tahun 1988 oleh musisi jazz asal Amerika Serikat, Bobby McFerrin. dinyanyikan akapela dengan pesan bahwa Lagu ini mengajak pendengarnya untuk tidak khawatir akan masalah hidup dan memilih untuk berbahagia, karena kekhawatiran hanya akan melipatgandakan masalah.
Program reward terhadap Lansia ini positif dan layak diteruskan ditingkatkan serta berkelanjutan, disisi lain tetap kami monitor dengan seksama.
(Puspa Negara, ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung)






