Menuju Gilimanuk Padat, Truk Besar Akan Dialihkan dan Diperlambat

Persindonesia.com Jembrana — Meskipun pemerintah telah mengeluarkan imbauan pembatasan operasional truk berdimensi besar menjelang puncak arus mudik, kendaraan berat masih terpantau beroperasi menuju kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Untuk mengantisipasi kepadatan yang semakin meningkat, kepolisian menyiapkan skenario alternatif berupa delaying system guna memperlambat laju kendaraan berat.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Bali untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara bertahap.

“Penyekatan kendaraan berat direncanakan dilakukan mulai dari wilayah Denpasar, Badung hingga Tabanan. Apabila truk tetap mencapai wilayah Jembrana, petugas akan mengarahkan kendaraan tersebut menuju Singaraja dan berputar di kawasan Sumberklampok,” jelasnya, Sabtu (14/3)

Dini Hari Memuncak, Arus Mudik Denpasar–Gilimanuk Sempat Tersendat hingga Tukadaya

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan delaying system untuk memperlambat pergerakan truk besar sekaligus memberikan prioritas kepada kendaraan penumpang dan bus yang menuju pelabuhan.

“Kami perlambat laju kendaraan truk besar agar kendaraan penumpang bisa lebih dulu melintas,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menerapkan sistem kanalisasi atau pemisahan jalur antara bus dan truk. Dengan sistem ini, kendaraan penumpang diharapkan dapat lebih cepat diarahkan menuju area manuver pelabuhan tanpa harus terjebak antrean kendaraan berat.

Gubernur Koster Hadiri Peluncuran Cakrawasi, Sistem Pengawasan WNA Terpusat dan Real-Time Oleh Polda Bali

“Jika bus dan truk bercampur, bus akan ikut mengantre di belakang truk sehingga sulit memberikan prioritas. Dengan kanalisasi, bus bisa langsung diarahkan ke jalur manuver,” tambahnya.

Hingga Sabtu siang, imbuh Kadek Citra, kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk masih terpantau padat. Untuk membantu mengurai antrean kendaraan pemudik, jumlah kapal yang beroperasi juga terus ditambah dari sebelumnya 31 unit menjadi 34 kapal.

“Penambahan armada kapal diharapkan dapat mempercepat proses penyeberangan dan mengurangi kepadatan kendaraan,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *