Pemkab Badung Percepat Program PSBS, Bupati Tekankan Edukasi Pemilahan Sampah

Rapat evaluasi pendataan Asper PSBS yang dipimpin langsung oleh Bupati Badung

BADUNG Persindo Bali – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat upaya penanganan sampah dari sumber melalui program Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS). Hal ini dibahas dalam rapat evaluasi pendataan Asper PSBS yang dipimpin langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, di Puspem Badung, Jumat (27/3/2026).

Rapat yang turut dihadiri Sekretaris Daerah IB Surya Suamba, jajaran perangkat daerah, camat, hingga perbekel dan lurah se-Badung tersebut menyoroti pentingnya optimalisasi edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Bupati menegaskan bahwa pendataan yang telah dilakukan tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Menurutnya, langkah tersebut harus diiringi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri. “Pendataan sudah berjalan cukup baik, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar memahami dan menerapkan pemilahan sampah di rumah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 76,2 persen kepala keluarga di Badung telah terjangkau dalam program pendataan dan edukasi. Pemerintah pun berkomitmen untuk memperluas cakupan tersebut agar seluruh masyarakat dapat terlibat aktif dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Selain itu, Bupati juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk mempercepat penyediaan sarana pendukung seperti komposter, teba modern, serta alat pencacah sampah organik guna menunjang pengolahan di tingkat rumah tangga.

Ia juga menyoroti tantangan lanjutan setelah proses pemilahan, yakni pengelolaan sampah organik hasil cacahan. Untuk itu, camat diminta melakukan pemetaan lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan lanjutan menjadi kompos. “Setelah dipilah dan dicacah, sampah organik harus diarahkan ke titik-titik pengolahan yang sudah disiapkan. Ini penting agar prosesnya berkelanjutan,” jelasnya.

Ke depan, Pemkab Badung juga akan mendorong pemerataan fasilitas pengelolaan sampah, termasuk pembangunan TPS3R serta distribusi mesin pencacah ke wilayah yang belum memiliki sarana tersebut. Kolaborasi antarwilayah dan dengan pihak swasta juga akan diperkuat guna memastikan pengelolaan sampah berjalan efektif.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap persoalan sampah di Badung dapat ditangani secara menyeluruh mulai dari hulu, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. @Krg*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *