WHDI Badung dalam kegiatan sosial dan lingkungan di kawasan Mengwi
Badung Persindonesia.com – Organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Badung kembali melaksanakan kegiatan sosial dan lingkungan di kawasan Mengwi, Kamis (30/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin yang menekankan keseimbangan antara nilai spiritual, sosial, dan pelestarian alam.
Aksi yang digelar di area Pura Taman Ayun tersebut meliputi kegiatan bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, serta penebaran ribuan benih ikan di area kolam pura sebagai upaya menjaga ekosistem sekitar.
Ketua WHDI Badung, Yunita Alit Sucipta, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan konsep Tri Hita Karana, yakni keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Ia menjelaskan, aspek spiritual diwujudkan melalui persembahyangan bersama, sementara aspek sosial dilakukan melalui penyerahan bantuan kepada para pemangku dan petugas kebersihan di lingkungan pura. Adapun aspek pelestarian alam dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon dan penebaran benih ikan.
“Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kami untuk menjaga keharmonisan alam dan kehidupan. Harapannya, apa yang kami lakukan bisa memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Anggota DPRD Badung, I Nyoman Satria, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas konsistensi WHDI dalam menjalankan program berbasis pelestarian lingkungan dan budaya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di berbagai wilayah desa adat.
Sementara itu, Bendesa Adat Mengwi, Ida Bagus Oka, menilai kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat nilai-nilai budaya lokal.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan instansi terkait, pemerintah kecamatan, serta pengelola pura. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga alam dan warisan budaya secara berkelanjutan. @Krg*






