Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari kecanggihan sistem, melainkan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses.
Menurutnya, pendekatan pelayanan harus lebih proaktif dengan menghadirkan layanan langsung ke masyarakat. Ia mendorong penguatan armada kesehatan bergerak agar tenaga medis dapat menjangkau hingga lingkungan terkecil. “Program ini harus hadir nyata di tengah masyarakat. Jangan hanya terlihat baik secara konsep, tetapi tidak terasa manfaatnya. Layanan kesehatan harus cepat, mudah diakses, dan memberikan rasa aman,” tegasnya.
Program Mantap Nak Badung sendiri dirancang sebagai penguatan dari layanan Jaminan Kesehatan Nasional dan skema kesehatan daerah. Berbagai fitur terintegrasi di dalamnya, mulai dari layanan kunjungan rumah (home care), telemedicine, hingga sistem antar-jemput pasien berbasis digital.
Namun demikian, hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemanfaatan layanan masih belum optimal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Badung. Salah satu penyebab utama adalah belum meratanya sosialisasi program kepada masyarakat.
Bupati pun meminta seluruh jajaran, mulai dari puskesmas hingga perangkat desa, untuk lebih aktif menyebarluaskan informasi. Ia menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada peran aktif seluruh elemen di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Badung, Made Padma Puspita, menjelaskan optimalisasi program sempat terkendala karena proses penyusunan regulasi teknis dan tarif yang baru rampung pada akhir 2025. Saat ini, seluruh layanan telah terintegrasi dalam aplikasi Badung Sehat yang memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kesehatan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem layanan respons cepat guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, inklusif, dan tepat sasaran.
@Krg*