Pos kesehatan di kawasan Besakih
KARANGASEM Persindo – Kehadiran pos kesehatan yang beroperasi selama 24 jam di kawasan suci Besakih memberikan dampak nyata bagi kelancaran rangkaian upacara karya, khususnya saat pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh. Layanan ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan para pemedek yang datang dari berbagai daerah.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan pos kesehatan di kawasan Besakih semakin terstruktur. Pemerintah Provinsi Bali kini mengoordinasikan langsung layanan tersebut dengan melibatkan seluruh UPTD puskesmas di Bali. Sinergi ini membuat pelayanan kesehatan di lokasi upacara menjadi lebih maksimal, baik dari segi tenaga medis maupun kesiapan fasilitas.
Salah satu tenaga kesehatan, Ni Putu Eny Trisnawati, menjelaskan bahwa layanan di pos kesehatan berlangsung tanpa henti dengan sistem pergantian petugas. Hal ini memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh penanganan medis kapan saja, baik siang maupun malam hari, di tengah padatnya aktivitas keagamaan.
Jenis layanan yang tersedia cukup beragam, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah hingga penanganan keluhan umum seperti pusing, mual, dan kelelahan. Selain itu, petugas juga menangani cedera ringan yang kerap terjadi akibat aktivitas di lapangan, seperti terkilir atau terjatuh. Bila ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Tidak hanya melayani pemedek, pos kesehatan juga terbuka bagi sulinggih, pemangku, serta panitia upacara. Antusiasme masyarakat terhadap fasilitas ini pun tergolong tinggi, mengingat banyaknya umat yang datang sejak dini hari untuk mengikuti rangkaian persembahyangan.
Untuk memudahkan akses, pos kesehatan ditempatkan di tiga titik strategis, yakni di kawasan Perantenan Suci dekat Penataran, Bencingah, dan Manik Mas. Penempatan ini dinilai efektif dalam menjangkau area yang padat aktivitas selama upacara berlangsung.
Keberadaan pos kesehatan ini menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan keagamaan di Besakih. Dengan jarak fasilitas kesehatan formal yang cukup jauh, layanan ini diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh umat yang tangkil. @tim*






