Pemkot Pangkalpinang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Stabilitas Harga Jadi Fokus

Pemkot Pangkalpinang ikuti rakor pengendalian inflasi daerah Bulan April minggu ke 4, di Smart Room Center, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (27/4/2026) 

Pangkalpinang, persindonesia.com –

Pemerintah Kota Pangkalpinang mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, minggu keempat April 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama sejumlah kementerian dan instansi terkait, Senin (27/4/2026).

Dalam rapat tersebut, stabilitas harga kebutuhan pokok, dukungan terhadap program tiga juta rumah, serta penyelenggaraan jaminan produk halal menjadi fokus pembahasan.

Pemkot Pangkalpinang yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Rico Ariputra, bersama sejumlah pejabat terkait mengikuti rakor secara daring yang, dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir.

Dalam arahannya, Tomsi menyoroti masih terjadinya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, seperti cabai merah, bawang merah, minyak goreng, dan beras. Menurutnya, alasan gangguan distribusi akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi seharusnya dapat diantisipasi melalui penguatan stok dan langkah mitigasi pemerintah daerah.

“Penyebab kenaikan harga ini selalu dengan alasan klasik karena terganggunya distribusi akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Seharusnya kendala seperti ini sudah dapat kita antisipasi, seperti memperbanyak stok,” tegas Tomsi.

Usai mengikuti rakor, Rico Ariputra mengatakan secara umum inflasi di Kota Pangkalpinang masih cukup terjaga, meski beberapa komoditas strategis tetap menjadi perhatian, khususnya cabai dan bawang yang pasokannya masih bergantung dari luar daerah.

Menurut Rico, dalam rakor juga dibahas adanya tekanan harga pada sejumlah komoditas, termasuk yang menggunakan kemasan plastik seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir. Kenaikan harga plastik kemasan disebut turut memengaruhi harga jual, sehingga pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait, berupaya melakukan intervensi untuk menekan dampaknya.

“Untuk Kota Pangkalpinang masih cukup terjaga dari sisi inflasi dan stabilitas harga, namun memang beberapa komoditas menjadi perhatian seperti cabai dan bawang karena kita mengandalkan pasokan dari luar,” kata Rico.

Selain isu inflasi, rakor juga mengevaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program tiga juta rumah. Rico menjelaskan Pemkot Pangkalpinang telah menjalankan program tersebut sejak 2024 melalui pendataan dan pemetaan calon penerima manfaat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah layak huni.

“Program tiga juta rumah melalui dinas permukiman saat ini sedang melakukan mapping terhadap penerima manfaat dengan minimal pendapatan dan yang benar-benar belum memiliki rumah yang layak,” jelasnya.

Sementara terkait penyelenggaraan jaminan produk halal, Rico menyebut program tersebut juga telah berjalan di Pangkalpinang dengan leading sector Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Melalui rakor ini, Pemkot Pangkalpinang berharap sinergi dengan pemerintah pusat terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga, mendukung program strategis nasional, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (B2N) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *