Kegiatan Acara bertajuk “Gerakan Merawat Pertiwi”
Denpasar Persindonesia.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan dan Bulan Bung Karno Tahun 2026, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar kegiatan bertajuk “Gerakan Merawat Pertiwi” secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, hari suci umat Hindu yang dimaknai sebagai momentum penghormatan terhadap tumbuh-tumbuhan dan pelestarian alam semesta. Gerakan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan nilai budaya dan ideologi kebangsaan.
Koordinator kegiatan, I Nyoman Budiutama dan Ni Made Usmantari, menjelaskan, Gerakan Merawat Pertiwi merupakan upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat agar pembangunan tetap berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan dan keseimbangan alam. “Gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pendidikan ekologis dan budaya agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga bumi sebagai sumber kehidupan,” ujar Budiutama, Rabu 20 Mei 2026.
Pusat kegiatan tingkat Provinsi Bali dipusatkan di Pantai Telaga Waja, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut melibatkan kader partai, masyarakat, pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, petani, nelayan, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.
Beragam aksi lingkungan dilakukan dalam Gerakan Merawat Pertiwi, seperti bersih-bersih pantai, penghijauan, konservasi kawasan pesisir, pelestarian sumber mata air, pelepasan tukik, pelepasan benih ikan, hingga perlindungan keanekaragaman hayati. Menurut Budiutama, kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menekankan pentingnya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali secara berkelanjutan.
Selain sebagai gerakan ekologis, kegiatan ini disebut menjadi implementasi nilai perjuangan yang terus digaungkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terkait pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab moral bangsa.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan menyesuaikan karakter wilayah masing-masing daerah. Di Kabupaten Badung misalnya, kegiatan diisi aksi bersih pantai, penanaman mangrove, pelepasan burung, dan pelepasan tukik.
Kabupaten Klungkung menggelar kegiatan di kawasan Pura Watu Klotok dengan agenda penghijauan dan pelestarian kawasan pesisir. Sementara Kabupaten Karangasem memusatkan kegiatan di kawasan sumber mata air Telaga Tista melalui penanaman pohon serta pelepasan ikan dan burung.
Di Kabupaten Tabanan, kegiatan berlangsung di Bendungan Telaga Tunjung dengan penanaman pohon produktif dan pohon upakara. Kabupaten Jembrana memusatkan aksi lingkungan di kawasan mangrove Tibu Kleneng, Perancak.
Kota Denpasar menggelar aksi bersih pantai dan penanaman pohon di Pantai Sidakarya, sedangkan Kabupaten Bangli melaksanakan penghijauan di kawasan Hutan Suter, Kintamani dan pelepasan bibit ikan di Danau Batur.
Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan di Teluk Bangsal, Desa Sumberkima, Gerokgak melalui aksi konservasi pantai dan mangrove. Sementara Kabupaten Gianyar menggelar penghijauan di Desa Kerta, Payangan serta aksi pelestarian lingkungan di Pantai Saba.
Melalui Gerakan Merawat Pertiwi, DPD PDI Perjuangan Bali berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin kuat dan tumbuh menjadi budaya bersama yang berkelanjutan. “Kami berharap gerakan ini mampu memperkuat kesadaran ekologis generasi muda sekaligus menjaga harmoni antara manusia, alam, dan kebudayaan Bali,” tutup Budiutama. @Krg*






