Lomba Karya Tulis Bulan Bung Karno 2026 Dorong Generasi Muda Rumuskan Masa Depan Bali

Denpasar Persindonesia.com – Rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Bali tidak hanya menjadi ajang peringatan sejarah perjuangan Soekarno, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya tentang masa depan Pulau Dewata.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian besar tahun ini adalah lomba karya tulis bertema “Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun” yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali dalam rangkaian Bulan Bung Karno 2026.

Lomba tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, akademisi muda, hingga komunitas literasi dari berbagai daerah di Bali. Tema yang diangkat mendorong peserta untuk menuangkan ide dan pandangan kritis mengenai arah pembangunan Bali di tengah tantangan globalisasi, perkembangan pariwisata, serta upaya menjaga identitas budaya lokal.

Panitia menjelaskan bahwa lomba karya tulis ini menjadi salah satu wadah edukasi politik dan kebangsaan bagi generasi muda agar lebih memahami konsep pembangunan Bali jangka panjang yang berlandaskan budaya, lingkungan, dan kearifan lokal.  “Anak muda perlu dilibatkan dalam membicarakan masa depan Bali. Mereka bukan hanya penonton, tetapi bagian penting dari arah pembangunan daerah ke depan,” ujar panitia pelaksana.

Berbagai tulisan yang masuk mengangkat isu beragam, mulai dari pelestarian budaya Bali, pengelolaan lingkungan dan sampah, penguatan desa adat, pendidikan karakter generasi muda, hingga tantangan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan.

Menariknya, sebagian besar peserta mencoba mengaitkan pemikiran Bung Karno dengan kondisi Bali saat ini. Nilai gotong royong, kemandirian ekonomi, hingga pentingnya menjaga jati diri bangsa menjadi benang merah dalam banyak karya yang dipresentasikan.

Selain lomba karya tulis, Bulan Bung Karno 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya dan kreativitas anak muda seperti Pekan Kreativitas Pemuda, lomba barista kopi Bali, Utsawa Widyatarka Susastra Bali, pentas seni tradisional, hingga Gerakan Merawat Pertiwi yang dilaksanakan serentak di seluruh Bali.

Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, I Wayan Koster, sebelumnya menegaskan, Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap budaya, lingkungan, dan masa depan Bali.

Melalui lomba karya tulis ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang dapat menjadi inspirasi pembangunan Bali dalam jangka panjang tanpa kehilangan akar budaya dan identitas lokalnya.  “Bali membutuhkan generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan arah masa depan daerahnya,” demikian.

@Krg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *