Empat Program Studi STPN Siapkan Taruna Hadapi Tantangan Agraria Modern

Untuk tahun akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna.

Sleman Persindonesia.com (BPN Gianyar) – Kesempatan untuk bergabung menjadi taruna Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) masih terbuka hingga 18 Juni 2026. Perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tersebut menawarkan empat program studi yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia profesional di bidang pertanahan dan tata ruang.

Seiring meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di sektor agraria, tata ruang, dan pelayanan pertanahan, Politeknik Agraria STPN menghadirkan program pendidikan yang mengombinasikan pembelajaran teori dengan praktik lapangan. Para taruna dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada bidang pengukuran dan pemetaan, Program Studi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) menjadi pilihan yang tepat. Program ini membekali mahasiswa dengan kemampuan pengukuran tanah, pemetaan digital, sistem informasi geografis, hingga teknologi geospasial yang saat ini banyak digunakan dalam pembangunan dan pengelolaan wilayah.

Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) berfokus pada perencanaan wilayah, tata ruang, administrasi pertanahan, serta analisis kebijakan pembangunan. Lulusan program ini diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan tata ruang yang tertib dan berkelanjutan.

Bagi yang memiliki minat pada pelayanan publik dan administrasi pertanahan, Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) menawarkan kompetensi di bidang pendaftaran tanah, pengelolaan data pertanahan, hingga pelayanan berbasis elektronik. Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital layanan pertanahan di Indonesia.  Sedangkan Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai hukum agraria, pengadaan tanah, penyelesaian sengketa, hingga kebijakan pertanahan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek regulasi, tetapi juga memahami dinamika sosial yang berkaitan dengan pengelolaan tanah di masyarakat.

Untuk tahun akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna. Kuota tersebut terdiri atas 260 peserta jalur umum, 60 peserta jalur tugas belajar dari Kementerian ATR/BPN, dan 30 peserta melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

Dengan berbagai pilihan program studi yang tersedia, calon taruna dapat menentukan bidang pendidikan sesuai minat dan rencana karier yang ingin dicapai. Selain menawarkan pendidikan vokasi yang aplikatif, STPN juga memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja di sektor agraria dan tata ruang.

Masyarakat yang berminat mengikuti seleksi masih dapat melakukan pendaftaran dan melengkapi persyaratan melalui kanal resmi Politeknik Agraria STPN sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Humas ATR/BPN Kabupatan Gianyar.
Sumber : Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *