Persindonesia.com Tabanan – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus melakukan penataan kawasan perbatasan di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya. Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah pembangunan gate atau tapal batas di perbatasan Kabupaten Tabanan dengan Kabupaten Jembrana yang dipadukan dengan kawasan rest area untuk mendukung pelaku UMKM lokal.
Selain mempercantik wajah daerah, kawasan tersebut juga dirancang menjadi tempat singgah bagi pengguna jalan yang melintasi jalur Denpasar–Gilimanuk. Pengunjung nantinya dapat beristirahat sambil menikmati panorama laut serta membeli produk-produk UMKM khas Tabanan.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, mengatakan pembangunan gate tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya penanda batas wilayah yang lebih representatif.
Dibuka Bupati Sanjaya, Dari Bali, SMSI Gaungkan Indonesia Menuju Pusat Finansial Dunia
“Selama ini Tabanan belum memiliki gate perbatasan yang jelas, baik dengan Badung maupun Jembrana. Banyak warga menyampaikan bahwa ketika memasuki wilayah Tabanan dari arah Negara, kesan batas wilayahnya belum terlihat. Karena itu kami membangun gate sebagai penanda tapal batas sekaligus mempercantik kawasan perbatasan,” ujar Sanjaya usai menghadiri dan membuka Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Jumat (10/7)
Menurutnya, lokasi pembangunan di kawasan Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, dipilih karena dinilai strategis sebagai titik istirahat bagi pengguna jalan. Jarak tempuh dari Gilimanuk menuju Selabih maupun dari Selabih menuju Denpasar rata-rata sekitar dua jam, sehingga kawasan tersebut dinilai ideal sebagai titik transit.
Ia mengaku, rest area yang dibangun tidak hanya menyediakan area parkir, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti toilet, musala, tempat bermain anak, serta ruang istirahat bagi para pengendara.
“Kami ingin masyarakat yang lelah berkendara memiliki tempat untuk beristirahat dengan nyaman. Dengan begitu diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalur Denpasar-Gilimanuk yang selama ini dikenal cukup rawan,” katanya.
Sanjaya menambahkan, pembangunan kawasan tersebut ditargetkan rampung pada Desember tahun ini sehingga seluruh fasilitas sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain mendukung keselamatan pengguna jalan, keberadaan rest area juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Tabanan menggandeng desa adat, tokoh masyarakat, serta para pelaku UMKM untuk mengisi kawasan tersebut dengan berbagai produk unggulan lokal.
Buruh Ancam Demo Besar Jika Draf RUU Ketenagakerjaan Tak Libatkan Serikat Pekerja
“Kami menghimpun UMKM masyarakat lokal, khususnya dari Selemadeg Barat dan Selabih. Banyak produk makanan dan kerajinan khas Tabanan yang nantinya dapat dipasarkan di rest area ini sehingga sekaligus menjadi etalase UMKM Kabupaten Tabanan,” ujarnya. TS






