Akselerasi Pembangunan Daerah, Bupati Satria Jajaki Kerja Sama dengan ITS Surabaya

PERSINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung terus berupaya mempercepat pembangunan daerah melalui kolaborasi strategis di bidang pendidikan, riset, dan teknologi. Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan kerja Bupati Klungkung, I Made Satria ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur. Kedatangan rombongan Bupati diterima langsung oleh Wakil Rektor I ITS, Prof. Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., beserta jajaran manajemen di Ruang Rapat Pimpinan Gedung Rektorat ITS, Selasa, (22/7/2026).

Dalam sesi courtesy call, Bupati I Made Satria memaparkan gambaran umum potensi daerah yang meliputi sektor adat dan budaya, pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, perhubungan, maritim, kesehatan, hingga pendidikan. Secara khusus, Bupati menekankan dua program krusial, yakni pengembangan desa wisata berbasis desa adat dan keberlanjutan Green Island Nusa Penida.

Baca Juga : Pemkab Klungkung Target Data Perlindungan Sosial Rampung 100 Persen Akhir Juli

“Kunjungan ini bertujuan menjajaki potensi kerja sama serta menyelaraskan program prioritas pembangunan Klungkung dengan kepakaran dan program unggulan ITS,” terang Bupati Satria.

Merespons paparan tersebut, Wakil Rektor I ITS, Prof. Nurul Widiastuti, menyambut hangat inisiatif kerja sama ini. Ia menilai fokus pembangunan Klungkung sangat linier dengan riset dan teknologi yang dikembangkan di ITS. “Seluruh program yang disampaikan Pak Bupati sangat relevan dengan bidang dan keahlian yang ada di ITS. Mudah-mudahan keterkaitan ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama nyata,” ujar Prof. Nurul.

Usai pertemuan resmi di Rektorat, Bupati Satria melanjutkan kunjungan ke Fakultas Teknologi Kelautan atas undangan Prof. Ketut Buda Artana, akademisi ITS asal Desa Tihingan, Klungkung. Agenda diisi dengan simakrama (silaturahmi) dan diskusi bertajuk “Sinergi Strategis Mengakselerasi Masa Depan Klungkung” bersama para dosen senior dan Guru Besar ITS asal Bali.

Diskusi tersebut membedah cetak biru kolaborasi, khususnya pada pengembangan ekonomi biru (blue economy), pariwisata cerdas (smart tourism), dan pembangunan berkelanjutan. Sejumlah masukan strategis mengemuka, salah satunya dorongan penataan kawasan Nusa Penida melalui penguatan branding pariwisata spiritual, penggalian keunikan destinasi, serta penguatan tim promosi daerah.

Prof. Ketut Buda Artana menegaskan komitmen ITS untuk mendukung penuh kerja sama ini. Menurutnya, Klungkung memiliki potensi besar dengan garis pantai terpanjang di Bali dan posisi sebagai episentrum pariwisata global. Ditambah lagi, secara historis Klungkung memiliki warisan budaya (heritage) yang sangat kental. “Hal-hal inilah yang menjadi fokus utama melandasi kerja sama kita yang nantinya diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU),” jelas Prof. Ketut Buda Artana.

Baca Juga : Optimalkan Layanan Kesehatan di Klungkung, Bupati Satria Ajukan Usulan Strategis ke Pusat

Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat serta masukan konstruktif dari civitas akademika ITS tersebut. “Kami berharap hasil dialog ini dapat segera diimplementasikan demi kesejahteraan masyarakat Klungkung,” ungkapnya.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan kerja ini antara lain Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPRPKP, Kepala Dinas Kominfo, serta Kabag Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Klungkung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *