Dini Hari Mencekam di Desa Lumingser: Ruang Arsip Balai Desa Hangus Dilalap Si Jago Merah

Persindonesia.com Tegal – Heningnya malam di Desa Lumingser, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal mendadak pecah pada Kamis (30/7/2026) dini hari. Sekitar pukul 01.00 WIB, si jago merah mengamuk dan menghancurkan ruang arsip Kantor Desa Lumingser.

Peristiwa bernada mencekam ini pertama kali disadari oleh Ambari (36), warga setempat. Keheningan malamnya terganggu oleh suara letupan keras dari arah belakang kantor desa. Didorong rasa penasaran, ia melangkah mendekat dan terkejut menemukan api sudah membumbung tinggi, menguasai atap ruang penyimpanan berkas.

Spontan, teriakan minta tolong Ambari memecah kesunyian warga. Puluhan tetangga berhamburan ke lokasi, bergotong-royong menjinakkan kobaran api dengan peralatan seadanya sembari berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa dijangkau.

PAD Jembrana Bocor? DPRD Soroti Retribusi Parkir Gilimanuk, Usul Integrasi dengan Ferizy

Tak butuh waktu lama, informasi langsung diteruskan ke Polsek Adiwerna, Koramil 07/Adiwerna, serta Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal. Tepat pukul 01.30 WIB, dua unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi dan bergerak cepat memblokir pergerakan api. Berkat kesigapan petugas dan warga, kobaran api berhasil dipadamkan total pada pukul 02.15 WIB sebelum sempat merembet ke pemukiman warga di sekitarnya.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa petaka ini dipicu oleh korsleting listrik di area ruang arsip. Kendati demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Suleman (44), salah satu Perangkat Desa Lumingser, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini. Namun, benturan kerugian fisik tak terhindarkan.

Disambut Antusias Warga Ngaben Gratis Program Bang Ipat Bantu Hemat Jutaan Rupiah

“Ruang arsip mengalami kerusakan paling parah. Ruang Kepala Desa, pelayanan umum, dan sebagian area bendahara juga ikut terdampak asap serta jilatan api. Sejumlah dokumen penting dan perangkat elektronik terbakar,” jelas Suleman.

Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Imbas dari musibah ini, aktivitas pelayanan masyarakat untuk sementara waktu terpaksa dihentikan total.

“Untuk sementara, pelayanan publik kami hentikan dulu sambil menunggu koordinasi lokasi alternatif yang bisa digunakan,” ujar Kepala Desa Lumingser, Rosidi, saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp.( Karmono)