PT Terminal Teluk Lamong Terapkan Konsep Green Port Dukung Target NZE 2060

PT Terminal Teluk Lamong Terapkan Konsep  Green Port Dukung Target NZE 2060

SURABAYA, Persindonesia.com – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) secara konsisten menerapkan konsep Green Port sebagai  langkah nyata mendukung pencapaian target nasional Net Zero Emission pada tahun 2060. Perusahaan menyusun peta jalan yang jelas  dan melaksanakan berbagai terobosan secara bertahap namun teguh, sejak sebelum pemerintah menetapkan peraturan khusus terkait  hal tersebut. TTL menjadikan kelestarian  lingkungan bagian tak‑terpisahkan dari setiap keputusan dan kegiatan operasional sehari‑hari.

TTL mengubah peralatan bongkar‑muat  menjadi penggerak listrik sepenuhnya dan  memasang sistem pengisian energi yang memadai di seluruh area kerja. Mereka memasang alat pemantau pintar, mengalihkan sumber  energi ke pilihan yang lebih bersih, serta  memanfaatkan teknologi digital guna mengatur pergerakan alat dan kendaraan supaya  berjalan paling efisien dan menghasilkan  sangat sedikit emisi. Selain itu, TTL menjaga  kebersihan air laut, mengurangi sampah serta limbah di  setiap tahapan kerja, dan secara  sungguh‑sungguh memelihara tumbuhan  serta hewan yang hidup di sekitar wilayah  pelabuhan.

Perusahaan bahkan menjalin kerjasama resmi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional  (BRIN). Bersama‑sama mereka melakukan  penelitian berkala, memantau kondisi  ekosistem laut secara teratur, serta merencanakan cara‑cara baru agar pembangunan  pelabuhan selalu berjalan beriringan dengan perlindungan alam.

“Kami tidak ingin hanya berjanji secara lisan saja,” tegas Senior Manajer Sistem Manajemen dan HSSE  TTL, Anang Januriandoko.

“Kami merancang, mengukur,  mencatat, dan terus memperbaiki  apa yang sudah kami kerjakan  supaya benar‑benar memberikan  wadampak positif yang nyata dan  terukur.”

Langkah‑langkah TTL tersebut mendapat  apresiasi tinggi saat Staf Ahli Menteri  Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi,  Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., meninjau  langsung penerapan Green Port ini pada  27  Agustus 2026. Ia memeriksa dermaga,  lapangan penumpukan peti kemas, sampai ke ruang pusat pengendalian dan  mendengarkan penjelasan secara terperinci.

“TTL sudah bergerak lebih awal  dan lebih cepat dalam  menyelaraskan seluruh  0qkegiatannya dengan arah  kebijakan pengurangan  emisi nasional,” ujar Antoni dengan jelas dan  tegas.

“Ini sangat berharga karena kita membutuhkan keterlibatan aktif dan kesungguhan seperti ini dari seluruh pihak agar Indonesia  benar‑benar mencapai target Nol Emisi bersih pada tahun 2060.”

TTL menegaskan bahwa semua upaya ini  bukanlah tujuan akhir melainkan awal dari  perjalanan yang panjang. Perusahaan terus  mencari cara baru untuk mengurangi emisi  karbon lebih jauh lagi, mengundang pihak  lain untuk ikut belajar dan bekerja sama,  serta berjanji akan tetap mempertahankan  semangat ini sampai tahun 2060 dan seterusnya. Mereka ingin menunjukkan  bahwa pelabuhan bisa tetap berkembang  pesat sambil senantiasa menjaga bumi tetap  bersih dan sehat bagi generasi yang akan  datang. (red-Wied timsby)