Hadiri Piodalan di Pura Ulun Sui Palunganbatu, Wabup Ipat Serahkan Dana Punia

Persindonesia.com Jembrana – Bertepatan di hari purnama sasih kedasa piodalan di Pura Subak Ulun Sui Banjar Palunganbatu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, dan juga di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana dihadiri oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngr Patriana Krisna.

Pantauan awak media dilapangan, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngr Patriana Krisna didampingi oleh Sekda I Nengah Ledang, Aggota DPRD Komisi III Kabupaten Jembrana dari Fraksi Golkar I Ketut Angpribawa, SE, Camat Jembrana, dan Kepala Desa Batuagung I Nyoman Sudarma, disambut oleh prajuru Banjar Palunganbatu.Minggu (28/03).

Sebanyak 7 Desa Adat Dikukuhkan, Bupati Tamba Ajak Jaga Kebersihan Pura

Wabup Ipat dan rombongan menyempatkan diri dalam persembahyangan bersama warga dengan protokol kesehatan secara ketat, sehabis persembahyangan Wabup Ipat menyerahkan dana punia sebesar 5 juta rupiah kepada Kelian Subak Banjar Palunganbatu I Nyoman Santika didampingi oleh Kepala Desa Batuagung I Nyoman Sudarma

Kehadiran Wabup Ipat sebagai wujud perhatian dan dukungan Pemkab Jembrana kepada masyarakat yang melaksanakan upacara agama, serta implementasi dari salah satu prioritas pembangunan di Jembrana yaitu melestarikan seni, adat, agama, tradisi dan budaya.

Kapolri Minta Masyarakat Tidak Panik Pasca Bom Bunuh Diri Di Katedral

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai pemimpin daerah kepada masyarakat, dalam upaya mengajegkan agama Hindu, kita ajegan konsep ajaran Tri Hita Karana. Dibidang parahyangan dan juga dibagian subak, semoga bantuan apa yang kami berikan bisa sedikitnya membantu,” ucapnya.

Sementara itu Kelian Subak Abian Gelar Sari I Nyoman Santika mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak Wakil Bupati, dirinya berharap kedepan semoga bapak bupati dan wakil bupati sebagai pimpinan daerah bisa membantu Subak Abian Gelar Sari.

Ketua Umum Partai NasDem Kutuk Keras Bom Bunuh diri di Gereja Katedral Makassar

“Subak Abian Gelar Sari ini didirikan pada tahun 1978 dengan anggota 284 kepala keluarga dengan wilayah 371.41 hektar yang berbatasan langsung dengan hutan lindung, dimana kami awalnya sudah berkomitmen menjaga lingkungan hutan lindung yang berada di utara dan sudah tertulis dalam awig-awig (pereturan),” jelasnya.

Santika melanjutkan, pada tahun 2014 saya sebagai kelian subak pertama kali mendtanda tangani penolakan pungsi lahan hutan, saya menyadari betul adanya hutan lindung untuk mengatur tata kelola air sungai yang sampai saat ini masih terjaga. Subak Gelar Sari ini juga sebagai ulu dari 13 subak sawah di kabupaten Jembrana.

Penyanyi Anyar, Geg Rian Gebrak Semeton Jembrana Dengan Hitsnya Berjudul “Cemburu”

“Saya titipkan subak ini kepada bapak bupati dan wakil bupati yang baru menjabat agar kedepan penguatan terhadap subak dan subak abian bisa diperhatikan, selama ini kami mendapat bantuan oprasional dari provinsi sebanyak 900 ribu dari kabupaten tidak ada, itu pun tugas kami mengamankan irigasi ke 13 subak di Jembrana, semoga kedepan kami bisa diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Jembrana,” ungkapnya. (Sub)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *