Persindonesia.com Jembrana — Saat sebagian besar warga masih terlelap, angin puting beliung disertai hujan deras menerjang Desa Batuagung, Rabu (21/1) sekitar pukul 03.00 Wita. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga di empat banjar.
Dari total delapan banjar yang ada di Desa Batuagung, empat banjar dilaporkan terdampak, yakni Banjar Batuagung, Banjar Taman, Banjar Anyar, dan Banjar Tegalasih.
Perbekel Batuagung, I Nyoman Sudarma, saat dikonfirmasi mengatakan, banjar yang paling banyak mengalami dampak adalah Banjar Batuagung dengan 27 kepala keluarga (KK). Disusul Banjar Taman sebanyak 15 KK, Banjar Anyar 3 KK, serta Banjar Tegalasih 2 KK.
Diserang Gerombolan Tawon, Pasangan Lansia di Mendoyo Meninggal Dunia
“Seluruh data warga terdampak sudah kami laporkan ke BPBD Jembrana untuk ditindaklanjuti,” ujarnya, Rabu (21/1).
Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerusakan yang terjadi umumnya pada bagian atap rumah warga, dengan genteng menjadi sasaran utama akibat terjangan angin kencang.
“Untuk penanganan awal, sebagian warga memperbaiki rumahnya secara mandiri, sementara lainnya melakukan perbaikan secara gotong royong. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada warga yang sampai mengungsi,” terangnya.
Putusan MK Terkait Perlindungan Hukum Terhadap Wartawan Tidak Mengubah Apapun
Disinggung banjar lainnya yang ikut terdampak, Sudarma mengatakan 4 banjar lainnya tidak ikut terdampat. “Untuk empat banjar lainnya tidak ikut terdampak hanya banjar yang ada di kota yang terdampak,” jelasnya.
Sudarma mengaku semua korban telah didata dan mendapatkan bantuan dari Bupati Jembrana. “Tadi bapak bupati sudah kesini meninjau rumah korban dan memberikan bantuan ke keluarga korban terdampak,” pungkasnya. Ts






