Persindonesia.com Jembrana – Meraih rejeki berjualan bunga untuk para peziarah makam di Desa Pengambengan, Ni Nyoman Subi (42) Tegalbadeng Timur berjualan bunga bagi peziarah makom keluarga, keseharian jualan sayur mayur di pasar pagi Lelateng. Bahan bunga dibawakan dari Desa Yeh Embang ke pasar tempat jualannya. Jenis bunga bungkus kecil seharga 2 ribu rupiah dan bungkus besar seharga 5 ribu rupiah.
Lain halnya Ni Komang Ayu (40) Tegalbadeng Timur, yang keseharian buruh lepas di pabrik. Hasil berjualan bisa di pakai buat merayakan Galungan. Bahan dibeli dari Desa Budeng dan Sangkaragung. Kemudian berbagai jenis bunga di campur dikemas dengan kresek kecil dan kresek besar.
Ny Putri Koster Kenang Sosok Umbu Landu Paranggi Sebagai ‘Guru Alam’
Ni Komang Ayu mengatakan, bersyukur dengan berjualan di pinggir jalan menuju makam, bisa pakai nambah bekal Galungan, ungkapnya pada media, Senin (12/04/2021).
“Setiap jelang Ramadhan saya bersama anak berjualan bunga ini, walau terkadang bunga agak mahal dikarenakan di pakai sembahyang menyambut Penampahan Galungan,” ujarnya.
Pangdam IX/Udayana Pimpin Sertijab Kasdam, Irdam dan Danrem 161/WS
Bagi peziarah tidak lagi harus repot ke pasar membeli bunga jenis cacar air, sandat, daun pandan harum dan jenis wewangian.
Rojai mengatakan, “dulu sebelum ada penjual bunga ini sulit terkadang beli di pasar, tapi dengan adanya pedagang dadakan bunga ini jadi mempermudah membelinya,’ katanya.
Ziarah makam dilakukan umat Muslim di pesisir Desa Pengambengan merupakan ritual agama, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Selain persiapan Tarawih di masjid dan di langgar atau mushola, masyarakat tetap menjaga prokes demi memutus tali rantai pandemi Covid-19. (ed27)






