Waspada! Merambahnya Modus Hipnotis Copet Dalam Angkot

Persindonesia.com Medan – Tiga komplotan copet dalam angkot dengan modus hipnotis korbannya tak berkutik saat diringkus Polisi. Awalnya Ketiga pelaku tidak mengakui perbuatannya, akhirnya menyerah setelah petugas menunjukkan bukti-bukti mereka dalam aksi pencurian di wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan, Selasa (18/5/21).

Tiga orang pelaku berinisial BU (60) warga Jalan Sidoleksono Gang Wijaya II Dusun V, Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan, AR Pasukan Lumban Gaol, warga Jalan Selar, Griya Martubung, Medan Labuhan dan ESS (39) warga Dusun V, Patumbak II, Kecamatan Patumbak.

Sandiaga Uno Apresiasi Pemaparan Bupati Tamba Terkait Program Pariwisata Jembrana

Berdasar informasi yang diterima dari Polsek Percut Sei Tuan, peristiwa itu terjadi di Jalan Titi Sewa, dalam angkot jurusan Aksara-Tembung, Selasa lalu (11/5/2021) kisaran pukul 12.40 WIB.

Korban atas nama Salbiah (58) warga Jalan Lapangan Dusun VI Desa Bandar Setia Kecamatan Percut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/854/V/2021/SPKT Percut, tanggal 11 Mei 2021.

Kapolsek Pagedangan,Swab Antigen Door To Door Pada Warga Usai Mudik 

Berdasarkan keterangan Saksi yang melihat aksi 3 komplotan ini saat memperdaya korban yakni Evi Julianti. Komplotan ini beraksi melucuti barang berharga korban berupa 3 buah cincin emas.

Saat itu korban didalam angkot bersama penumpang lainnya. Pelaku yang berjumlah 4 orang duduk mengapit korban. Lalu dengan modus pengobatan alternatif kusuk, korban diminta melepas 3 buah cincinnya dan memasukkan ke dalam tas.

Polsek Tarumajaya Fasilitasi Swebber Mobile Bagi Warga Usai Mudik 

Pelaku bernama Sineng (DPO) mengusuk korban yang seolah sudah terhipnotis dan menuruti saja kemauan pelaku. Ketika pelaku Sineng mengusap kedua tangan korban, pelaku ESS menggeser badannya ke depan sehingga pelaku BU bisa mengambil cincin korban yang disimpan didalam tas,” ujar Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupuluh.

Setelah berhasil, lalu satu persatu pelaku turun dari mobil angkot. Begitu komplotan ini turun dari angkot, Salbiah pun tersadar, sontak wanita paruhbaya itu panik menyadari cincinnya sudah hilang.

Kapolda Bali Pantau Langsung Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk

Beruntung saksi yang melihat peristiwa itu segera membantu korban mencari pelaku. Ternyata pelaku belum jauh, namun saat ditanyai mengaku tidak tahu apa-apa. Namun warga sekitar bersama petugas segera bereaksi cepat dan mengamankan para pelaku. Sementara seorang lagi (Sineng) tak dapat ditemukan.

Meski semula ketiganya mengaku tidak saling mengenal. Tapi setelah dicek di handphone ESS, didapati nomer kontak para pelaku. Begitu juga sebaliknya. Sehingga merekapun tak bisa mengelak lagi.

Sebanyak 750 Sertifikat Diserahkan Gubernur Koster Kepada Warga Buleleng

“Para pelaku mengakui perbuatannya, sementara barang bukti korban berupa cincin dibawa oleh Sineng yang masih DPO,” tutup Kapolsek AKP Jan Piter. (Syamsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *