Persindonesia.com Jembrana – Terkait lolosnya ratusan pendatang yang dari Pulau Jawa tidak membawa surat keterangan hasil Rapis Tes Antigen Negatif maupun suket Genose hasil Negatif, ataupun surat kesehatan sudah tidak berlaku, akhirnya mereka terjaring di Pelabuhan Gilimanuk Selasa (18/05).
Menyikapi hal tersebut Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna., S.Sos langsung melakukan sidak warga yang masuk Pulau Bali di Pos Penebalan Pelabuhan ASDP Gilimanuk.
Dandim 0201/BS dan Forkopimda Kota Medan Melaksanakan Kegiatan Penyemprotan Eco Enzyme
Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna., S.Sos mengatakan, hari ini saya bersama bapak Kasat Lantas Polres Jembrana langsung melakukan sidak terhadap masyarakat yang masuk ke Pulau Bali, Rabu (19/05).
“Saat dilaksanakan pengecekan secara random ditemukan 14 orang asal Jawa Timur yang bekerja sebagai buruh bangunan yang masuk Bali dengan membawa suket Rapid Test Antigen yang mencurigakan,” ujarnya.
Warga Serahkan Seekor Trenggiling Kepada KSDA Jembrana
Suket tersebut, lanjut Haruna, sudah kadaluwarsa sehingga rombongan tersebut langsung dilakukan pemeriksaan dan diperintahkan untuk melaksanakan test Rapid Test Antigen atau Genose ulang yang ada di Pelabuhan ASDP Gilimanuk.
“Sementara pemeriksaan secara random di Pos Waterbee Gilimanuk (Pos Pemeriksaan utk kendaraan Roda 2) ditemukan warga yang masuk Suketnya juga sudah kadaluwarsa, sehingga yang terjaring diperintahkan untuk rapid ulang agar bisa melanjutkan perjalanan ke Bali,” terangnya.
Kenakalan Remaja Meningkat, Kapolsek Negara Tatap Muka Dengan Forkopimcam Jembrana
Dandim Haruna mengingatkan, untuk para petugas satgas yang bertugas agar lebih teliti dalam melaksanakan pemeriksaan sehingga potensi kecolongan atau kebocoran bisa diperkecil. (Sub/ed27/Ida)






