Persindonesia.com Jembrana – Kasus Covid-19 di RSU Negara masih mengalami peningkatan, hingga saat ini ruang ICU ful dengan kapasitas 4 orang dan hari ini pasien yang dirawat di ruang ICU 4 orang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati saat di konfirmasi awak media. “Hari ini ruang isolasi sudah penuh, dan pasien sudah tidak bisa masuk lagi ke ruang ICU,” ungkapnya. Senin (19/7/2021)
Rencananya kedepan, lanjut Eka, pihaknya akan fokus menyediakan ruang ICU. “Tidak dipungkiri nanti kami akan menambah lagi ruang isolasi, dikarenakan pasien yang datang ke RSU Negara sudah dalam keadaan covid berat.
Sekda Dewa Indra Tepis Anggapan Bali Dinilai Lamban Cairkan Dana Covid-19
Dirinya menilai, masih banyak masyarakat takut ke RSU Negara, lantaran takut di covidkan. “Kami di rumah sakit menjalankan prosedur penanganan pasien, tidak mungkim kami mengcovidkan pasien kalau memang pasien tersebut tidak ada gejala covid, silahkan datang ke rumah sakit sebelum sakitnya parah,” terangnya.
Selain itu, imbuh Eka, masyarakat masih banyak juga yang takut untuk di vaksin. “Kelihatan, dari data orang meninggal, dari bulan Juni hingga bulan Juli kelihatan dari 23 orang pasien covid yang meninggal hanya satu orang yang sudah di vaksin dosis 1,” ungkapnya,
Lebih lanjut Eka mengatakan, masyarakat Jembrana masih enggan ke balai vaksinasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah, pada hal mengikuti vaksin tanpa dikenakan biaya. “Mengikuti vaksinasi gratis tanpa dipungut biaya, petugas kesehatan sudah stand by di rumah sakit, kalau mau ke rumah sakit mengikuti vaksin,” katanya.

Puluhan Meninggal Akibat Covid-19, Seorang Tervaksin Dosis 1, Ini Penjelasan Bupati Tamba
Dirinya juga menyebutkan, di daerah lain seperti Denpasar dan sekitarnya, orang mengejar vaksin sehingga gerai vaksinasi selalu penuh, vaksin pun susah dicari. “Di Jembrana petugas kesehatan sampai keliling mencari masyarakat untuk di vaksin, kami himbau silahkan datang ke tempat vaksinasi toh itu gratis
Sementara salah satu warga asli Jembrana yang tinggal di Denpasar bernama I Nyoman Parta asal Palunganbatu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, di konfirmasi awak media, saat mengikuti vaksinasi di RSU Negara mengatakan, dirinya pulang ke kampung lantaran tidak bekerja lagi.
“Saya pulang kekampung karena tidak bekerja lagi di Denpasar, hari ini saya ikut vaksin di RSU Negara, di Denpasar susah mencari tempat vaksin, dikarenakan semua gerai vaksin penuh dan perhari sudah dijatah,” ucapnya.
Diterima Bupati, Dandim Badung Serahkan Bantuan Obat Pasien Karantina COVID-19
Seperti halnya di Rumah Sakit Bali Mandara, lanjut Parta, warga yang datang sangat banyak untuk vaksinasi, jadinya kalau ingin vaksin harus datang pagi-pagi dan itu pun di jatah perhari. “Sangat penuh disana tidak bisa mengikuti vaksin lagi. Dimana-mana penuh sekali.
Dirinya bersyukur keempat anggota keluarganya akhirnya mendapat vaksin, sehingga tidak lagi antre sekian hari untuk mendapatkan vaksinasi. “Saya tenang sekarang sudah mendapatkan vaksin, ternyata di Jembrana gerai vaksinasi sangat sepi,” tutupnya.
Pantauan awak media, hingga saat ini RSU Negara masih merawat pasien diruang isolasi sebanyak 40 orang dan 4 di ruang ICU. (Sb)






