Berangkat Mancing, Nelayan Pengambengan Dikejutkan Mayat Mengambang

Persindonesia.com Jembrana – Saat berangkat mancing ke tengah laut, seorang nelayan dikagetkan dengan sosok mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas mengambang dengan posisi telungkup di Perairan Pengambengan pada MInggu (11/1) sekira pukul 18.00 wita.

Saat dikonfirmasi via telpon, KBO Satpolairud Polres Jembrana, IPDA I Komang Susanto membenarkan penemuan mayat tersebut. Pihaknya menerima laporan dari nelayan sekitar pukul 19.30 wita, langsung menuju lokasi penemuan.

Diduga Akibat Konsleting Listrik, Bengkel Motor di Desa Gegel Ludes Terbakar

“Menurut penuturan nalayan yang pertamakali menemukan mayat tersebut, mereka bertiga saat mau berangkat dari kejauhan dari bibir pantai sekitar 2 hingga 3 kilometer melihat sosok yang aneh mengapung saat didekati ternyata mayat yang mengambang dengan posisi telungkup hanya mengenakan baju kaos lengan panjang tanpa celana,” terangnya.

Lebih jelasnya, Susanto mengatakan, atas temuan tersebut, nelayan mengikat mayat tersebut dan langsung dibawa ke bibir pantai sekitar pukul 22.00 wita

Akibat Terpental Kayu, Nyawa Lelaki Asal Pekuwon Melayang

“Mereka (nelayan) tidak berani mengangkat ke perahunya lalu memutuskan untuk mengikat di perahunya, kemudian memanggil kita untuk evakuasi. Kondisi mayat sudah tidak bisa dikenal mukanya, tanpa identitas, namun jenis kelamin laki laki,” jelasnya.

Susanto menambahkan, mayat tersebut telah di bawa ke RSU Negara untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Mayat tersebut sudah di RSU Negara dan masih dalam pemeriksaan Tim Inafis Polres Jembrana,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSU Negara dr. I Gusti Agung Putu Arisanta mengatakan proses identifikasi jenazah masih berlangsung. Pihak rumah sakit juga menerima kedatangan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan datang untuk memastikan identitas jenazah tersebut.

“Kami sedang melakukan identifikasi untuk mencocokkan data dengan pihak keluarga yang mengaku kehilangan sanak saudaranya. Proses ini dibantu Tim Inafis dengan pemeriksaan data primer guna memastikan identitas jenazah,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *